Amak Sari, Pedagang Nasi yang Berhasil Sarjanakan Tujuh Anaknya

0
367
Amak Sari, Pedagang Nasi yang Berhasil Sarjanakan Tujuh Anaknya

HIDUP memang penuh tantangan. Namun, tantangan itu harus dihadapi. Bukan sebaliknya, menyerah dengan keadaan. Jika mau berusaha, maka nasib bisa berubah jadi lebih baik. Hal itu dirasakan benar oleh Amak Sari, seorang perempuan paruh baya yang membuka usaha warung nasi.

Sebelum membuka warung nasi, berbagai pekerjaan telah dilakoninya. Mulai dari membantu di warung nasi ‘Ibu Mai ‘ di depan Mapolres PadangPariman, tukang masak, hingga pencuci piring. Sedikit demi sedikit uang yang terkumpul plus bantuan Baznas, dijadikannya modal untuk membuka usaha warung nasi ‘Amak Sari’ di belakang kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpariaman. Apalagi,s eiring kepindahan ibukabupaten ke Parikmalintang, warung nasi ‘Amak Sari’ ikut kecipratan rezeki dengan banyaknya pegawai yang makan siang rutin di warung nasinya.

Amak Sari meracik bumbu masakannya dari hasil parak (kebun) sendiri, begitupula dengan ikan maupun ayam yang hasil ternak sendiri. Bahkan, kayu bakar juga didapat dari paraknya.

“Hanya garam saja yang dibeli,” katanya sambil tertawa.

Kepribadian Amak Sari yang ramah menjadi nilai plus bagi usaha warung nasinya. Apalagi, saat masih bekerja di warung Nasi Ibu Mai, Amak Sari sudah dikenal luas berkat pembawaannya yang ‘panamuah’. Bahkan, dimintai tolong beli rokok, dijabaninya tanpa mengeluh. Sehingga, dari Kapores sampai ke poersonil biasa tidak ada yang tidak kenal dengan Amak Sari. Begitupun, seduhan kopinya terasa nikmat.

“Alah raso buatan amak kandung raso kopi Amak Sari,” ujar salah seorang pelanggannya. Selain itu, Amak Sari suka bercerita dan sangat kocak serta pandai melawak. Sehingga, konsumen sangat betah berlama-lama di warungnya. Terlebih lagi, masakannya sangat lezat dengan porsi ‘manenggang’ Rp12 ribu per porsi.

Beberapa masakan khas Amak Sari yang sulit dicari tandingan kelezatannya adalah gulai ayam, goreng baluik, sambai ikan, dan sambalado uok.

“Masakan Amak Sari subana padih lamaknyo. Harago murah, tampek sajuak baatok rumbio, indak angek, pelanggan pueh,” seloroh salah seorang pelanggan warung nasi Amak Sari.

Berkat perjuangannya, rumahnya yang dulu hanya ‘gubuk derita’, kini Amak Sari sudah memiliki rumah layak huni di Paritmalintang. Bahkan, berkat kegigihannya itu Amak Sari berhasil menyekolahkan tujuh anaknya hingga semuanya menjadi sarjana. (Afridon)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY