Ketika Gadis Kembar Itu Jatuh Ke Pelukan Pria Beristri (Bagian 1)

0
255
Gadis Kembar Yang Dibawa Kabur Pria Beristri. DODDY

Terbuai Bujuk Asmara dan Fatamorgana Cinta

Laporan: Doddy Sastra

PETUALANGAN asmara terlarang sepasang pria beristri dengan dua gadis kembar warga Jorong Parumpuang, Kenagarian Kotobaru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya kandas di tangan aparat Polres Payakumbuh.

Kedua pria yang terjerat nafsu asmara tersebut ditangkap pihak kepolisian setelah orangtua gadis kembar itu melapor ke polisi bahwa dua anak gadisnya, sebut saja Mawar dan Melati, keduanya masih berumur 13 tahun, pelajar kelas VI SD dan pelajar kelas 1 SMP di Kabupaten Limapuluh Kota dilarikan dua laki-laki beristri.

Mawar dan kekasih gelapnya, Syaiful, ditangkap di rumah keluarganya, di kabupaten Dharmasraya. Sedangkankan Melati bersama Rika Media Putra ditangkap di Pasir Pangaraian, Ujung Batu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Lantas, mengapa kedua gadis ingusan yang masih di bawah umur itu sampai terjerat cinta terlarang dengan dua laki-laki beristri? Sejauh mana hubungan mereka selama 2 bulan dalam pelarian? Simak penuturan polos kedua gadis kembar itu setelah kembali ke pangkuan kedua orangtuanya.

Secara ekonomi, kehidupan Rawilis (57) dan Helmidawati (49) ayah dan ibu kandung dua gadis kembar itu memang tidak beruntung. Hidup sebagai tukang dan penjahit kain kodian bagi Rawilis dan He- midawati dengan tiga anak yang menjadi tanggungannya, Mawar dan Melati, serta seorang adiknya yang juga perempuan kelas 3 SD, terasa berat bagi keluarga tidak mampu itu.

Namun, apa yang hendak dikata. Takdir telah menyeret mereka dalam kehidupan yang berat dengan beban hidup yang harus terus dilakoni meski dalam keterbatasan ekonomi.

Ditemui KORAN PADANG di gubuknya nan reot berdinding papan sibiran tanpa loteng berukuran sekitar 4 X 6 meter, Rawilis dan Helmidawati, mengaku bahwa mereka sangat menyayangi dan menyintai kedua anak gadis kembarnya yang sempat hilang selama dua bulan karena dilarikan dua pria beristri itu.

“Selama 12 tahun lamanya menikah, kami baru dikaruniai Allah SWT buah hati yang selama ini kami idam-idamkan. Ter- nyata, anak yang kami tunggu-tunggu kelahirannya itu adalah 2 anak perempuan kembar cantik. Kami benar-benar bahagia atas karunia Allah SWT itu,” papar Helmidawati mengenang kehadiran kedua anak gadis kembarnya itu.

Dia tidak pernah menyadari dan mengetahui kenapa ketika kedua gadis kembar yang kelak diharap-harapkannya akan menjadi anak-anak yang berguna dan berbakti kepada kedua orangtuanya itu terjerumus ke dalam fatamorgana cinta ketika umur mereka beranjak remaja berusia 13 tahun?

“Saya benar-benar sedih karena masa depan Mawar dan Melati sudah hancur. Namun, saya masih beruntung kedua anak kembar saya itu pulang dan kembali ke pangkuan keluarga meski dalam kondisi berbalut nestapa,” ujar ibu malang itu menangis terisak-isak meratapi nasib kedua anak kembarnya itu.

Didampingi ayah dan ibunya, Rawilis dan Helmidawati, kedua gadis kembar itu mengaku bahwa mereka terbuai bujuk rayu dan kemesraan semu yang diberikan kedua pria tersebut.

“Perhatian kedua laki-laki itu membuat kami saling jatuh cinta dan terbuai asmara,” kata Mawar dan Melati polos sembari menceritakan pertamakali mereka jatuh cinta kepada dua laki-laki yang sejatinya sudah pernah beristri dan bahkan seorang di antaranya sudah mempunyai seorang anak itu.

Menurut Mawar dan Melati, pertama kali bertemu kedua laki-laki yang menyandera hatinya itu ketika mereka bertemu di kedai tuak, tak jauh di rumahnya.

“Kami berdua sering lewat di warung tempat Syaiful dan Rika Media Putra sering mangkal. Ketika itulah kedua laki-laki yang berteman dekat dan tinggal satu kampung di Mungka itu menggoda kami. Setelah berkenalan, mereka mendatangi kami ke sekolah dan memberikan perhatian lebih. Bahkan memberi kami uang jajan dan sering membawa kami jalan-jalan dan belanja pakaian serta kebutuhan lainnya, termasuk pulsa handpone,” ungkap Mawar dan Me- lati polos.

Dua bulan berkenalan dengan Syaiful dan Rika Media Putra, aku Mawar dan Melati, mereka benar-benar mabuk kepayang dibuai asmara kedua laki-laki beristri itu.

“Sehari tidak bertemu kami benar-benar pusing dan sulit menghilangkan kedua wajah laki-laki itu,” katanya.

Sebagai gadis yang mulai remaja, Mawar dan Melati sering memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan bersama pria itu. Agar kedua orangtua mereka tidak tahu dan curiga, mereka sering berbohong dan mengaku pergi ke rumah teman untuk belajar.

“Padahal, waktu itu kami manfaatkan untuk bemesraan dengan Syaiful dan Rika Media Putra,” beber Mawar dan Melati.

Ketika puncak asmara itu semakin dalam dan membutakan mata hati, kedua gadis kembar itu sepakat melarikan diri dan meninggalkan kedua orangtua untuk mengarungi samudra cinta nan membara. Rasa cinta yang mengebu-gebu yang membuat mereka terbuai dalam pelarian dan petualangan tanpa batas.

“Pertama kali menghilang dari rumah orangtua, Syaiful dan Rika Media Putra membawa kami ke rumah orangtuanya di Mungka. Kepada orangtuanya dia mengaku ingin menikahi kami berdua,” ujar Mawar dan Melati.
(bersambung)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY