15 Tahun Hidup Sendirian, Ditemukan Jadi Mayat

0
257
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad Buyung Muis dari gubuknya di sebuah bukit di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan (Luki), Kota Padang, Kamis (19/1). IWA

PADANG, KP – Penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki menggegerkan warga Padayo, Kelurahan Indarung, kecamatan Lubukkilangan (Luki), Kota Padang, Kamis pagi (19/1), sekitar pukul 10.00 WIB. Mayat yang telah lanjut usia itu ditemukan membusuk di sebuah gubuk yang berada jauh di bukit, sekitar tiga kilometer dari pemukiman masyarakat.

Diduga kuat, mayat laki-laki yang diketahui bernama Buyuang Muis (60), warga Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan itu meninggal karena sakit. Korban sehari-hari berladang dan memang bermukim di dalam gubuk di atas bukit yang jauh dari keramaian itu.

Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, jenazah Buyuang Muis pertama kali ditemukan oleh Mai Saiki (37), warga setempat saat pergi berladang. Mai Saiki ketika itu mampir ke gubuk korban. Dia mengetuk pintu gubuk itu namun tidak ada sahutan.

“Ketika mengetuk pintu, saya mencium bau sangat busuk dari dalam gubuk itu. Rupanya dilihat kakek yang sehari-hari berladang itu sudah terbujur kaku dengan kondisi membusuk dan jenazahnya telah dikerumuni ulat,” terang Mai Saiki.

Kaget dengan kejadian tersebut, Mai Saiki langsung berlari dan melaporkan kepada ma syarakat sekitar. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tidak lama berselang, jajaran Polsek Luki tiba di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Kemudian, pihak kepolisian berkoordinasi dengan tim identifikasi dari Polresta Padang dan unit reaksi cepat PT Semen Padang serta PMI Kota Padang. Sebab, kondisi jalan cukup curam sejauh tiga kilometer.

Dengan menempuh waktu satu jam, akhirnya tim gabungan sampai di TKP dan melakukan evakuasi terhadap jenazah. Selanjutnya, dengan dibungkus kantong mayat, pihak kepolisian membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan visum.
Ketua RT 02/RW XII Kelurahan Indarung, Kecamatan Luki, Majit (45), mengatakan mayat yang ditemukan tersebut memang merupakan peladang dan sudah lama tinggal sendirian di gubuknya.

“Bapak itu setahu saya orang Pesisir Selatan, tetapi dia sudah lama di sini dan berladang selama 15 tahun. Sejak kematian istrinya, dia memang terus menyendiri di gubuk di dalam hutan tempat dia tinggal itu,” terangnya.

Diungkapkannya, biasanya almarhum seminggu sekali datang ke tempatnya untuk meminta beras dan bahan makanan lainya. Namun, kata Majit, sejak sepekan lalu sebelum ditemukan almarhum tidak pernah menemuinya lagi. “Sudah seminggu (Buyuang Muis) tidak kelihatan. Saya sangat kaget mengetahui Beliau ditemukan dalam kondisi sudah meninggal du- nia,” tambahnya.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz, melalui Kapolsek Luki, Kompol Ediwarman, membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Saat ini masih di rumah sakit. Kita menduga almarhum meninggal karena sakit sejak be- berapa hari lalu karena kondisinya yang sudah membusuk dan dikerumuni ulat. Kita menunggu pihak keluarga untuk datang ke rumah sakit,” pungkas Kapolsek. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY