Diiming-imingi Kerja di Kapal Pesiar, Ratusan pencaker Tertipu

0
186
Ilustrasi

PADANG, KP – Zaman sekarang harus teliti dalam mencari pekerjaan. Berharap dapat kerja, bisa-bisa malah dijerumuskan. Misalnya dijerumuskan menjadi pekerja seks komersial (PSK) atau bahkan ditipu setelah pelaku berhasil mengeruk uang dari para pencari kerja. Seperti yang dialami ratusan pencari kerja yang tertipu oleh PT ‘SMI’, beralamat di Jalan Jhoni Anwar, Kota Padang. Pasalnya, mereka diiming-imingi dengan bekerja di luar negeri dan di kapal pesiar. Namun kenyataannya, iming-iming itu hanya janji-janji semu yang tak kunjung terealisasi.

Ratusan calon pencari kerja mengadukan nasibnya setelah merasa tertipu oleh PT SMI ke Lembaga Konsultan dan Bantuan Hukum (LKBH) Konfrederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Sumatra Barat.

Direktur LKBH-KPSI Sumbar, Deddi Alparesi, didampingi Kepala Bidang Advokasi, Syamsulrizal, membenarkan bahwa PT SMI disinyalir telah melakukan penipuan terhadap para calon pencari kerja tersebut.

“Awalnya, pada 10 Januari 2017 lalu, kami menerima laporan dari empat orang terkait penipuan yang dilakukan PT SMI. Perusahaan itu menjanjikan kepada calon pencari kerja untuk berkerja ke luar negeri dan kapal pesiar, tetapi kenyataannya tidak ada,” bebernya kepada awak media saat konferensi pers, Kamis (19/1).

Dia menyebutkan, modus yang digunakan adalah berkerjasama dengan Pemerintahan Kota (Pemko) Padang dan Dinas Tenaga Kerja Kota Padang. Para calon pencari kerja kemudian dimintai sejumlah uang dan dijanjikan diberi pelatihan secara profesional. Setelah mengikuti pelatihan dan dijanjikan sertifikat, mereka akan ditempatkan di kapal pesiar dan hotel berbintang di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.

“Para pencari kerja ini diminta menyetor uang Rp8,6 juta. Ternyata mereka juga tidak pernah mendapat sertifikat pelatihan yang dijanjikan,” sebutnya.

Terhadap pengaduan ratusan orang itu, LKBH KSPSI akan melaporkan hal tersebut ke Polda Sumbar. “Rencanya Jumat (hari ini – red)) kami akan melaporkan dugaan penipuan ini ke Polda Sumbar dengan membawa sejumlah bukti,” ujarnya.

Syamsulrizal menambahkan, pihaknya juga akan melaporkan hal itu ke Pemko Padang dan Ombudsman. Pihaknya juga menuding ada dugaan kelalaian dan kecerobohan pemerintah dalam melakukan MoU dengan PT SMI tersebut.

Dalam konferensi pers itu hadir para korban pencari kerja yang mengaku telah ditipu PT SMI. ”Kami diimingi-imingi bekerja di kapal pesiar dengan gaji besar. Kami tergiur namun malah kena tipu. Berharap untung, malah buntung,” katanya dalam nada tinggi. (eko)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY