Eksekusi Lahan Ricuh, Warga Ancam Bunuh Diri

0
164
Eksekusi Lahan

PADANG, KP – Eksekusi lahan di Jalan M. Hatta, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (18/1), berujung pemblokiran jalan oleh warga yang menolak eksekusi itu. Bahkan, warga membakar kayu dan ban bekas di badan jalan menuju Kampus Unand tersebut.

Akibatnya, rute tersebut terpaksa ditutup aparat kepolisian yang terdiri dari tim gabungan Polresta Padang, Brimob Polda Sumbar, dan TNI yang diturunkan ke lokasi untuk pengamanan.

Tidak hanya itu, sedikitnya dua kendaraan water cannon, tiga barakuda, satu mobil barrier, mobil public adrress, dan unit damkar serta kendaraan operasional kepolisian lainnya dikerahkan dalam eksekusi tanah seluas 7,8 hektar itu.

Ekseskusi dilakukan juru sita Pengadilan Negeri Padang sesuai nomor W3.U1/ 161HK.02/I/2017 tanggal 13 Januari 2017 menyasar kepada objek Perkara Perdata No: 102/Pdt.Bth/1986 PN Pdg.

Eksekusi berlangsung panas. Warga yang rumah dan tanahnya akan dieksekusi melakukan perlawanan dengan cara me- lempar batu, membakar ban, dan mengha- dang mobil watercanon. Bahkan seorang ibu nekat mengancam bunuh diri.

Salah seorang warga, Hartini (52), mengungkapkan masyarakat setempat tidak terima dengan eksekusi itu. Sebab, selama ini tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak yang menggugat.

“Mereka (penggugat – red) tidak terima dengan putusan pengadilan yang memenangkan pihak kami. Padahal kasus tanah yang sudah berperkara sejak tahun 1986 itu dimenangkan warga,” katanya.

Dia mengungkapkan, warga yang terdampak eksekusi tersebut juga tidak mengetahui pihak penggugat yang kasusnya dimenangkan pengadilan itu.

“Kami tidak kenal siapa yang menggugat tanah ini. Saya sudah tinggal di sini berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah punya anak cucu,” ungkapnya.

Kendati mendapat perlawanan, na- mun petugas gabungan tetap melakukan eksekusi terhadap bangunan yang ada di lahan itu. Salah seorang warga perempuan yang menghadang kendaraan polisi terpaksa diamankan polwan.

“Tolonglah kami, Pak, tolonglah kami. Kami ko indak binatang do Pak, cubo pakai hati nurani Pak, tolong Pak,” ucap Nellius’adah (36), salah seorang warga yang terkena eksekusi.

Kalimat itu berulang kali terlontar dari perempuan berkerudung warna cream itu ketika rumah dan tempat usahanya sehari-hari menafkahi keluarga dirobohkan. Dia sempat berupaya mengancam untuk bunuh diri namun dapat ditenangkan suaminya.

Walau mendapat perlawanan, namun eksekusi lahan tersebut tetap dilaksanakan. Sekitar pukul 13.00 WIB eksekusi itu berakhir.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, sebanyak 1.031 apa- rat gabungan dari Polresta Padang, Brimobda Polda Sumbar, dan TNI diturunkan ke lokasi untuk pengamaan.

“Kami backup keamanan karena permintaan pengadilan,” terang Kapolres.
Beberapa warga yang dianggap sebagai provokator saat eksekusi lahan terpak- sa diamankan petugas kepolisian. Empat pria dan satu perempuan diamankan saat eksekusi berlangsung.

“Mereka dibawa personel Intel Polresta Padang karena diduga kuat sebagai provokator dalam bentrokan. Selain itu, saat aksi mereka kedapatan membawa bensin,” tambah Chairul Aziz. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY