Ketika Gadis Kembar Itu Jatuh Ke Pelukan Pria Beristri (Bagian 2)

0
355
si kembar Mawar dan Melati. DODDY

Merajut Mimpi Nestapa

Laporan Doddy Sastra

SEBAGAI gadis jolong gadang, hati Mawar dan Melati langsung berbunga-bunga ketika mendapat perhatian dari seorang laki-laki. Itulah sebabnya, ketika Syaiful dan Rika Media Putra datang merayu dan mengoda, hati kedua wanita puber itu langsung ‘klepek-klepek’ dan jatuh ke pelukan kedua pria yang pernah memiliki istri dan punya seorang anak itu.

“Sehari tidak bertemu, hati saya galau terkung- kung rasa rindu. Saya benar-benar sedang jatuh cinta dan mabuk kepayang ketika diseret ke alam mimpi nan indah. Hati saya berbunga-bunga ketika dipalun kemesraan nan purba,” ujar Mawar ketika diwawancarai secara terpisah dengan kembarannya, Melati.

Menurut Mawar, dua bulan berkenalan dan menjalin percintaan dengan Syaiful, pria yang bekerja serabutan itu benar-benar memperlihatkan perhatiannya.

Baca Juga: ketika gadis kembar itu jatuh ke pelukan pria beristri bagian 1

“Nyaris setiap hari dia datang ke sekolah memberi uang jajan,” terang pelajar kelas VI salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota itu.
Mawar juga mengulas, dia sering ber- temu dan berpacaran dengan Syaiful di ru- mah teman akrabnya yang masih satu lokal, bahkan jalan-jalan ke berbagai tempat dan belanja pakaian di sebuah pusat perbelanjaan modern di Kota Payakumbuh.

“Setiap kami bertemu dan pergi pacaran, aku selalu membohongi mama dan papa dan mengaku pergi belajar atau membuat PR di rumah teman,” kata Mawar.

Ketika ditanya lebih jauh tentang hubungan mesranya dengan Syaiful, gadis polos berwajah cukup cantik dengan kulit hitam manis itu mengakui hubungan mesranya dengan Syaiful berjalan diam-diam alias ‘backstreet’.

Menurutnya, ketika lari meninggalkan ru- mah orangtuanya bersama adik kembar, Me- lati, Syaiful dan Rika Media Putra memba- wanya lari ke rumah keluarganya di Mungka.

“Saat itu kami benar-benar mabuk asmara dan tidak menyadari jika apa yang telah kami lakukan telah memberikan penderitaan dan penyiksaan kepada orangtua dan keluarga kami. Tapi, apa boleh buat, cinta buta itu telah menghanyutkan jiwa dan raga kami ke dermaga tak bertepi. Kami benar-benar terbius dengan hangatnya kemesraan. Di rumah orang tua Syaiful dan Rika Media Putra itu, pertama kali kami merajut mimpi nestapa berburu hangatnya asmara nan purba,” ungkap Mawar lirih bercampur sedih.

Mawar dan Melati juga mengakui bahwa saat itu hati mereka benar-benar dibutakan oleh gelora asmara jiwa dan darah mudanya. Bahkan, ketika papa berusaha mencari me- reka ke rumah Syaiful dan Rika Media Putra, mereka justru bersembunyi di dapur.

Lebih lanjut, Mawar dan Melati menceritakan sehari menginap di rumah orangtua Syaiful dan Rika Media Putra, esok harinya mereka pergi ke Pangkalan dan menginap di rumah kenalannya. Namun, beberapa hari di sana, kami pergi ke Pekanbaru karena mendapat informasi bahwa kami dicari-cari keluarga.

“Seminggu berada di Pekanbaru, kami menikah di rumah seorang Walinikah di daerah Tampan, Riau. Proses pernikahan itu disak- sikan keluarga dan Syafri,” sebut Mawar dan Melati seraya mengaku punya surat nikah yang diberikan oleh Walinikah tersebut.

Mawar menambahkan, selama pelarian bersama Syaiful dan kembarannya Melati dengan pacarnya Rika Media Putra, mereka hidup bahagia meski kedua pria yang membawanya kabur tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Di Kota Pekanbaru kami tinggal di sebuah usaha peternakan ikan sekaligus bekerja memberi makan ikan di tempat itu,” ungkap Mawar dan Melati mengenang hari-hari kemesraannya yang singkat bersama dua pria kekasih hatinya yang semu itu.
(bersambung)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY