Membuka Akses Membuka Peluang Peningkatan Pariwisata

0
125
BupAti Pasaman Yusuf Lubis dan Wabup Atos Pratama bersama Gubri Arsyad J. Rahman dan Bupati Rohul Sukiman saat peresmian Jembatan Tibawan. HUMAS

LUBUKSIKAPING, KP – Jembatan Tibawan di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, yang menghubungkan Kabupaten Pasaman di Sumbar dengan Kabupaten Rokan Hulu di Riau, diresmikan peng- gunaannya oleh Gubernur Riau, Arsyad Juliandri Rahman, Rabu lalu (18/12). Masyarakat Pasaman dan Rokan Hulu sudah lama merindukan terbukanya jalur transportasi antara kedua daerah.

Ide pembukaan jalan tembus tersebut pertama kali dicetuskan Bupati Pasaman, Taufik Martha, sekitar tahun 1990 silam. Ide itu akhirnya terwujud pada tahun 2017 di masa kepemimpinan Bupati H. Yusuf Lubis dan Wakil Bupati H. Atos Pratama.

Bupati H. Yusuf Lubis dan Wakil Bupati Pasaman H. Atos Pratama dan unsur forkompinda bersama seluruh kepala SOPD di lingkungan Pemkab Pasaman diundang hadir dalam peresmian jembatan tersebut.

“Keberadaan jembatan ini membuka dan mempersingkat akses transportasi dari Pasaman ke Rokan Hulu, begitu juga sebaliknya dari Rokan Hulu ke Pasaman. Situasi ini sangat menguntungkan kedua daerah dalam rangka menyinergikan program-program pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ulas Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis.

Pada saat yang sama, wakil Bupati Pasaman, H. Atos Pratama, mengatakan, masyarakat Pasaman harus membaca keadaan ini sebagai sebuah peluang ekonomi. Banyak usaha potensial yang dapat dikembangkan. Seperti, pengembangan sektor perkebunan, perikanan, pariwisata, dan lain sebagainya.

“Masyarakat Riau dengan tingkat perekonomian yang cukup baik merupakan potensi pasar di bidang pariwisata. Potensi Pariwisata Pasaman yang sangat besar dapat kita maksimalkan untuk menggaet wisatawan dari Riau”, kata Atos Pratama yang merupakan mantan Pamen TNI-AD itu.

“Sudah tiba waktunya kita menoleh ke luar, membandingkan potensi wisata Pasaman dengan daerah lain, serta mengkaji aspek-aspek pariwisata secara komprehensif. Menghitung peluang dan tantangan pariwisata Pasaman seraya melahirkan destinasi wisata yang spesifik, khas berbeda dari daerah lain dengan landasan potensi dan kearifan lokal,” tambah Bupati dan Wakil Bupati dengan penuh semangat. (nel/adv)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY