Sumbar – Norwegia Jajaki Kerjasama Lintas Sektor

0
182
GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno mengadakan pertemuan dengan Pharmaq, Zoetis Group di Oslo, guna membasa vaksin terhadap virus dan bakteri pada ikan. HUMAS

PADANG, KP – Dalam upaya memajukan Sumatra Barat (Sumbar), Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, terus melakukan penjajakan kerjasama dan presentasi kepada beberapa investor dalam maupun luar negeri. Tak tanggung-tanggug, kali ini Gubernur ‘jemput bola’ ke Eropa, tepatnya Norwegia, beberapa hari lalu untuk menarik hati investor agar berinvestasi di Sumbar.

Investasi yang dijajaki di Norwegia itu untuk beberapa sektor, seperti bidang energi terbarukan, pendidikan karakter, dan perikanan. IP — sapaan ajrab Gubernur — juga memperkenalkan Sumbar melalui seni tari, promosi wisata, dan kuliner.

“Kita membawa beberapa tim ke Norwegia kemarin untuk membicarakan kerjasama pengembangan Sumbar, khususnya dalam hal investasi dan promosi wisata khusus serta kuliner. Untuk tim investasi, saya yang memimpinnya langsung. Sedangkan untuk promosi wisata dan kuliner dipimpin Ketua Dekranasda Sumbar, Hj. Nevi Irwan Prayitno,” ujar IP, usai melepas atlet Inkanas di Istana Gubernur, Kamis (19/1).

Dipaparkannya, setibanya di Oslo, Norwegia, delegasi Indonesia dari Sumbar ditemani Duta Besar Indonesia untuk Norwegia melakukan beberapa agenda untuk membahas berbagai hal. Mulai dari tata kelola hutan dengan mengadakan pertemuan bersama Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia. Sebab, sejak tahun 2013, Pemerintah Norwegia melalui UNDP telah membantu Sumbar dengan 84 kegiatan.

“Tidak hanya tata kelola hutan, namun kita juga membahas perlindungan dan pemeliharaan hutan dengan memberikan bantuan ‘livelihood’ di 9 Hutan Nagari. Jadi, akan ada program berikutnya untuk Sumbar, yakni implementasi dari rencana yang sudah dibuat saat readiness,” katanya.

Dipaparkan Gubernur, Menteri Iklim LH Norwegia memberi penjelasan tentang pengalaman Sumbar dalam mengekelola hutan bersama masyarakat yang dapat mengurangi emisi karbon dari sektor kehutanan. Berdasarkan hasil riset NGO (WARSI) perhutanan sosial bisa menekan emisi karbon di 10 nagari di Sumbar.

Gubernur mengulas, Sumbar juga melakukan diskusi dengan Vice President SN Power (BUMN) Norwegia tentang peluang investasi kelistrikan di sektor Hidro Power. Sumbar sebagai lumbung Energi Hijau (Energi Terbarukan) mengajak SN Power berinvestasi di Sumbar.

“Kita menawarkan prospek membangun energi terbarukan 160 MW di Pasaman. Alhamdulillah, SN Power tertarik dan akan menindaklanjutinya. SN Power juga telah berinvestasi di mancanegara, termasuk Filipina lebih 600 MW. Sehingga, Pemprov Sumbar menjamin memberi dukungan kemudahan pelayanan dan urusan perizinan investasi.

Kerjasama ini akan memberikan input positif bagi Sumbar, di antaranya transfer teknologi energi terbarukan, pembukaan lapangan pekerjaan, serta solusi pasokan kelistrikan bagi masyarakat,” terangnya.

Menurut Gubernur, delegasi Indonesia juga membahas terkait teknologi dan hasil riset untuk meningkatkan produktivitas ikan, khususnya dalam mengatasi beberapa kasus di Danau Maninjau, Singkarak, dan Danau Di Ateh Di Bawah. Problematika budidaya perikanan yang sering gagal panen memang menjadi perhatian serius untuk dituntaskan karena berpengaruh pada ekonomi masyarakat.

“Jadi kita berdiskusi dengan Kjersti Gravningen dari Consulting Company bagaimana upaya mengurangi penyakit ikan, mengurangi resiko kematian ikan budidaya, pengembangan vaksin, mengurangi parasit ikan, serta membicarakan pengembangan Marine Techno Park di Sumbar. Apalagi sudah ada kerjasama di Batam di bawah koordinasi Kemenlu RI dan Norad (Norwagian Agency for Asistance Development),” ungkapnya.

Kerjasama itu juga dilakukan untuk peningkatan produktivitas budidaya ikan, terutama dalam mereduksi faktor gagal panen serta alih teknologi perikanan agar SDM lokal yang ada di Sumbar bertambah kapasitas dan pengalamannya.

“Untuk itu kita akan ajukan proposal melalaui Kemenlu RI kepada Dubes Norwegia untuk beberapa kegiatan di Sumbar, di antaranya peningkatan SDM bidang perikanan, riset budaya ikan,pencegahan virus terhadap ikan, pelatihan vocational, serta bantuan regulasi dalam peningkatan investasi bidang perikanan. Sebelumnya kita juga melakukan diskusi bersama Nijard Hakon Gudbransin dari IMR yang merupakan lembaga riset kelautan di bawah pemerintahan Norwegia,” katanya.

Gubernur menambahkan, pembahasan lainnya adalah pendidikan. Pihaknya ingin membuat pendidikan perikanan seperti yang dilakukan Norweiga di Papua.

“Kita mau seperti di Yapen tetapi mesti dibicarakan dulu dengan DPRD karena ada kaitan dengan uang. Jadi, kita kerjasama dengan Norwegia karena mereka yang mendatangkan alat dan orang-orang untuk membina SMK kita menyamai level internasional. Sebab, fasilitias insfrastruktur kita yang bangun. Ini yang mesti dibicarakan dengan DPRD.

Prinsipnya, mereka siap, tergantung kita. Sistemnya tidak bayar, jika itu dilaksankakan maka tentu perlu fasilitas,” bebernya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, jika DPRD setuju, maka sekolah itu bisa dijadikan unggulan karena tamatannya bisa mengembangkan perikanan. Apalagi, saat ini kelemahan Sumbar adalah SDM yang belum memadai dalam mengelola potensi kelautan.

Gubernur bersama rombongan juga mengadakan pertemuan dengan Manager & CTO Dept of Clean Carbon Aker Solution, Oscar Fr. Graff, berkaitan dengan penjajakan investor dalam Pengolahan Limbah Industri dan Karbon yang bernilai ekonomis di Sumbar.

“Kami menjajaki kerjasama dengan Aker Solutions, bagaimana mengubah limbah industri dan karbon menjadi bernilai ekonomi bagi Sumbar. Sehingga, limbah hasil industri tidak merusak lingkungan. Aker telah memiliki teknologi tersebut. Saat ini juga sudah ada komunikasi dengan PT Semen Indonesia. Di Sumbar, setidaknya ada 3 industri yang perlu solusi mengatasi masalah karbon ini, yaitu PT Semen Padang, PLTU Teluk Sirih, dan PLTU Sijantang,” katanya.

Dipaparkannya, limbah yang telah dikeluarkan dapat diolah menjadi energi listrik. Sehingga, limbah atau karbon tidak merugikan tapi bisa menguntungkan.
Gubernur berharap seluruh kunjungan dan pembicaraan yang dilakukan dapat menjadi bahan rujukan untuk ditindaklanjuti pemerintah Norwegia.

Kuliner dan Pariwisata

Gubernur Irwan Prayitno sangat disambut baik oleh warga Norwegia yang terkenal ramah. Pariwisata dan kuliner serta budaya Sumbar diterima masyarakat Norwegia dengan baik, bahkan menjadi trending topic pemberitaan media di sana.

“Selama misi Pemprov Sumbar ke Norwegia dalam mencari investor di berbagai sektor, partnership dengan LSM dan BUMN/Swasta Norwegia, serta mempromosikan pariwisata dan kuliner Sumatra Barat, kita sangat direspon baik oleh berbagai media di sana,” ulasnya.

Kata IP, respon luar biasa warga di sana karena dipengaruhi bantuan luar biasa dari Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto beserta stafnya , para WNI yang bermukim di sana, serta peran artis Norwegia yang sudah tidak asing lagi bagi warga Minang, yaitu Audun Kvitland Rostad.

“Bahkan, Audun Kvitland Rostad yang hanya orang biasa di Norwegia menjadi viral dan terkenal di Indonesia berkat ‘Nasi Padang’, turun tangan langsung bersama staff Kedubes Indonesia mengikuti pameran pariwisata, Reiselissmessen yang diikuti 86 negara. Pameran ini menjadi vital karena warga Norwegia sangat royal dalam berwisata keluar negeri yang biasanya dilakukan saat musim panas,” terangnya.

Tidak hanya itu, Audun bahkan tampil di TV Norwegia dalam acara masak-memasak menu rendang yang disiarkan seantero Norwegia.

“Sebuah kebanggaan luar biasa bagi saya dan masyarakat Minang. Dengan dukungan kerjasama ini, kita harapkan pariwisata Sumbar dapat bangkit di mata turis mancanegara. Terlebih lagi Sumbar menyandang status sebagai Juara Dunia kompetisi World Halal Tourism untuk kategori Best Halal Destination, Best Halal Culinary Destination, dan Best Travel Operator,” pungkasnya. (bob/adv)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY