Masyarakat Mesti Antisipasi Berita Hoax

0
281
PADANG, KP – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono meminta masyarakat untuk dapat memilah-milah seluruh pemberitaaan yang tersebar di media sosial. Khususnya pemberitaan yang bernada kerawanan karena dapat memecah belah bangsa.
“Iya, saat ini masyarakat mesti jeli dalam membaca berita, jangan terpancing akan suatu berita yang bombastis namun isinya dapat merusak keharmonisan ditengah masyarakat. Karena pemberitaan seperti itu bukanlah pers,” ujarnya usai pelantikan pengurus PWI Sumatra Barat (Sumbar) 2016-2021, Senin (23/1) di Audiotorium Gubernuran.
Ia menambahkan, pemberitaan yang marak tersebar di media sosial yang memicu kerawanan akan keutuhan bangsa itu dan telah diblokir oleh  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) semua tidak berbadan hukum dan dimiliki oleh pribadi seseorang.
“Jadi itu tidak ada badan hukumnya dan milik pribadi. Tidak layak dikatakan pers dan pemberitaan tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus menyatakan, pemberitaan HOAX (bohong) sangat luar biasa dapat memecah belah bangsa ini, apalagi saat ini  pemberitaan Hoax itu menjadi perhatian Presiden RI ke 6.
“Iya, kita dapat lihat SBY saja mengeluh kepada Tuhan banyaknya pemberitaan hoax akhir-akhir ini,” katanya.
Untuk itu tutur Heranof, masyarakat mesti sangat hati-hati dengan pemberitaan yang ada di media sosial, karena pemberitaan hoax itu tidak dapat didekatkan dengan berita. Apalagi didekatkan dengan pemberitaan wartawan.
“Berita hoax tidak bisa didekatkan dengan wartawan, karena berita itu bukan kerjaaan wartawan. Karena wartawan tugasnya melaporkan kegiatan, peristiwa dan pendapat yang bernilai lalu ditampilkan pada media resmi yang telah berbadan hukum dan diakui,” ulasnya.
Oleh karena itu, adanya kemajuan teknologi saat ini di media sosial yang sangat signifikan sehingga diperlukan kewaspadaan masyarakat dalam memilih dan membaca berita.
“Masyarakat juga mesti teliti dalam menerima pemberitaan yang ada di media sosial,”tukasnya.
Sementara itu, Pimpinan Perusahaan Koran Padang, Jongguk Marasi Siagian berpendapat sama, bahwa masyarakat mesti menganalisa dahulu seluruh pemberitaan yang tersebar di media sosial. Apalagi pemberitaan itu dapat membuat suasana kekacauan ditengah-tengah masyarakat.
“Apalagi masyarakat Sumbar khususnya yang terkenal akan cinta damai. Jadi sangat bahaya jika dipercaya berita hoax ini,” pungkasnya. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY