Pelayan Kafe Digagahi Paksa 7 Pria Secara Brutal, Korban Dapat Tiga Jahitan dan Massaa Bakar Cafe

0
1366

PAYAKUMBUH, KP – Tragedi ala ‘Sum Kuning’ terjadi di Payakumbuh. Seorang perempuan, ber- inisial RO (18), yang bekerja sebagai pelayan di Kafe Cinta Fitri digagahi paksa tujuh orang pria secara bergiliran. Bahkan, tanpa berperikemanusiaan, kemaluan korban dilukai oleh para pelaku menggunakan benda keras, sehingga korban harus mendapat 4 jahitan pada bagian vitalnya tersebut. Peristiwa itu membuat massa ‘meledak’. Kafe tempat peristiwa laknat itupun dibumihang- uskan hingga nyaris rata dengan tanah.

Ratusan warga Kelurahan Talang, Kecamatan Paya- kumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sabtu malam (21/1) sekitar pukul 22.15 WIB mengamuk. Mereka benar-benar marah besar dan membakar Kafe Cinta Fitri yang berada di kelurahan tersebut. Kemarahan massa itu lantaran kafe tersebut menjadi lokasi ‘rudapaksa’ oleh tujuh pria terha- dap seorang perempuan yang bekerja sebagai pelayan di kafe itu.

Awalnya, Kapolsek Payakumbuh, Kompol Russirwan, yang berada di lokasi tersebut bersama anak buahnya mencoba menahan emosi warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan membakar kafe tersebut. Bahkan, Kompol Russirwan berjanji akan menutup kafe tersebut untuk selamanya. Artinya, tidak memberikan izin kepada pemilik kafe untuk membuka usahanya.

Meskipun sudah ada jaminan dari Kapolsek bahwa kafe tersebut akan ditutup selamanya, namun ratusan massa yang memadati lokasi tersebut tetap saja mengamuk. Mereka sudah terlanjur terbakar emosi oleh peristiwa biadab tidak berperikemanusiaan tersebut. Massa kemudian mulai membakar bangunan kayu lesehan beratap rumbia itu.

Seorang diri, Kompol Russirwan berusaha memadamkan kobaran api yang mulai bergelojak. Namun karena bangunan itu terbuat dari kayu, maka secepat kilat api berkobar hebat. Sementara, empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Payakumbuh dan Pemkab Limapuluh Kota yang datang ke lokasi tidak bisa bertindak cepat memadamkan api.

Pasalnya, massa menghadang mobil damkar tersebut masuk ke lokasi. Ketika bangunan itu sudah hampir ludes, barulah mobil damkar diperbolehkan masuk oleh massa untuk memadamkan api.

Lurah Talang, Gusmardi, yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, kemarahan warga Kelurahan Talang adalah buntut terjadinya kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan berinisial RI (18), warga Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, yang bekerja sebagai pelayan di kafe tersebut, Jumat malam (20/1).

“Sabtu siang (21/1) sekitar pukul 11. 00 WIB, saya sudah membezuk korban pemerkosaan itu di RSUD Dr. Adnan WD Payakumbuh. Menurut pengakuan korban, sebelum digagahi paksa di ruangan karaoke room 3, dia dipaksa ketujuh pelaku untuk menenggak minuman keras hingga pingsan. Saat tak sadarkan diri itulah dia diperkosa secara bergilir. Tak hanya itu, pelaku juga memasukan benda keras ke alat vitalnya yang mengakibatkan kemaluan korban terluka dan harus mendapat 4 jahitan,” ungkap Gusmardi.

Sementara itu, informasi yang didapat- kan KORAN PADANG, para pelaku pemerkosaan sadis itu sudah diamankan pihak berwajib. Kabar yang beredar luas di tengah masyarakat sudah mengungkap latar belakang ketujuh pelaku. Namun, wartawan kesulitan mengakses informasi untuk memastikan identitas para pelaku tersebut.

Kasus itu tak pelak mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan. Aktivis LSM Peduli Luhak Limopuluah, Yudilfan Habib, meminta tragedi nista itu diusut tuntas.

“Siapapun pelakunya harus mempertangungjawabkan perbuatannya. Sebab korban bukan saja menderita secara fisik, na- mun juga secara psikologis” ujar Yudilfan Habib. Dia mendesak Pemko Payakumbuh menunjukkan taringnya dalam memberantas penyakit masyarakat.

”Ini bukan yang pertama Kafe Cinta Fitri itu dibakar massa. Seharusnya, Pemko Payakumbuh bisa belajar dari kejadian sebelumnya,” pungkas Yudilfan Habib. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY