Awas! Penipuan ‘Bidik’ Guru Honor

0
83
Ilustrasi

LIMAPULUH KOTA, KP – Bagi pegawai honorer, khususnya kalangan guru, diminta untuk berhati-hati terhadap aksi penipuan berkedok pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akhir-akhir ini marak terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dua orang guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Luak, masing-masing bernama Leni Seswita yang mengajar di TK Bunga Setangkai, Jorong Batang Tabik, Nagari Sungai Kamuyang, dan Risna Maliza, guru TK Pelangi, Jorong Tarok, Nagari Andaleh, nyaris menjadi korban penipuan orang tak dikenal.

Meski modus penipuan berkedok pengangkatan PNS itu tergolong gaya lama, namun jika calon korban tidak jeli menyikapi bujuk rayu para pelaku yang mengaku dirinya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Limapuluh Kota, dipastikan akan tergiur dengan janji-janji yang dilancarkan para pelaku.

Itulah yang dialami kedua guru TK tersebut. Awalnya, mereka mendapat telepon dari seorang laki-laki mengaku bernama Irfan yang mengklaim dirinya sebagai pegawai BKD Pemkab Limapuluh Kota.

“ Hallo.. apa ini TK Bunga Setangkai dengan ibu Leni Siswita? Perkenalkan nama saya Irfan, staf dari BKD Pemkab Limapuluh Kota. Apa ibu Leni Seswita sudah pegawai honorer Kategori II?” demikian ucap laki-laki itu memperdaya calon korbannya.

Diceritakan Leni Siswita, kepada KORAN PADNAG, kemarin, karena laki-laki yang menghubunginya pada Rabu (25/1) itu mengaku staf BKD Pemkab Limapuluh Kota dan mengaku suruhan Kepala Dinas BKD, Indra Nazwar, awalnya dia percaya dengan pengakuan itu.

“Benar, Pak saya Leni Seswita. Jangankan pegawai honorer K2, guru bersertifikasi saja saya belum, Pak!” jawab Leni Seswita.

Mendapat respon dari calon korbannya, lantas laki-laki bernama Irfan itu mencoba akan memasukan Leni Seswita ke dalam ‘mulut buaya’ penipuan yang dilancarkannya.

“Beruntunglah Ibuk, nanti ibu bicara dengan Pak Indra Nazwar, Kepala BKD Pemkab Limapuluh Kota. Nanti saya kirim nomor handponenya,” ujar laki-laki itu sambil menutup pembicaraannya lewat HP dengan nomor seluler 08521080059.

Selang beberapa menit kemudian, laki-laki bernama Irfan itu lewat pesan singkat melalui SMS mengirimkan nomor telepon 08122294789, yang katanya adalah nomor handpone Indra Nazwar.

Saat itu, Leni Seswita mengaku sangat bersyukur akan diangkat menjadi PNS. Da- lam kegembiraan itu, tiba-tiba handpone Leni Seswita berdering. Seorang laki-laki mengaku bernama Indra Nazwar menghubung- inya dan menyatakan bahwa dia sangat ber- untung karena dapat kesempatan diangkat menjadi PNS.

“Ibuk beruntung karena dapat kesempatan diangkat menjadi PNS,” ungkap laki-laki yang mengaku-ngaku sebagai Kepala BKD Indra Nazwar itu, dengan sangat meyakinkan.

Namun, ketika ditanya bagaimana langkah selanjutnya untuk mengurus menjadi PNS, Indra Nazwar palsu alias bodong itu mencoba mengyakinkan Leni Seswita agar segera menyerahkan persyaratan berupa fotokopi SK pegawai honorer, KTP, dan jazah ke kantor BKD Pemkab Limapuluh Kota, pada hari Kamis (kemarin – red).

“Sebelum ibu menghadap saya di kantor BKD, tolong transfer uang sebanyak Rp 3,5 juta melalui rekening. Kemudian kertas slip bukti penyetoran itu, ibu berikan kepada saya di Kantor BKD. Segera ibu stor ke bank, ya. Karena di tempat ibu tinggal tidak ada bank, segera saja pergi ke Pasar Ibuh. Saya tunggu sekarang ya,” ujar laki-laki itu melancarkan aksi penipuannya.

Karena dimintai transfer uang itulah, seketika Leni Siswita jadi ‘tersengat’. Kecurigaan mulai muncul bahwa dia hanya korban penipuan. Lalu Leni Seswita menghubungi temannya sesama guru TK. Melalui temannya itu, kedua guru TK tersebut mencoba menghubungi Indra Nazwar yang ‘asli’. Betapa terkejutnya Leni Seswita, ternyata benar orang yang meneleponnya dan mengaku-ngaku sebagai Indra Nazwar itu ternyata palsu. Malah, pada kesempatan itu, Indra Nazwar yang asli memberinya nasehat agar tidak terjebak dan masuk dalam perangkap aksi penipuan.

“Lagipula, saat ini saya tidak lagi menjabat sebagai Kepala BKD Pemkab Limapuluh Kota,” ujar Indra Nazwar seperti ditirukan Leni Seswita.

Karena sakit hati nyaris jadi korban penipuan oleh laki-laki yang mengaku-ngaku Kepala BKD itu, Leni Seswita mencoba menghubungi laki-laki itu dan meminta untuk bertemu dengan alasan akan menyerahkan langsung bukti slip penyetoran uang itu.

“Namun, karena tahu akan dijebak, laki-laki itu memutus pembicaraan lewat telepon genggamnya,” ujar Leni menceritakan pengalamannya yang nyaris menjadi korban pernipuan bersama seorang temannya semasa guru TK, Risna Maliza.

Sementara, Indra Nazwar, ketika dihubungi KORAN PADANG, kemarin, membenarkan bahwa sudah banyak guru honorer yang menghubunginya berkaitan adanya aksi penipuan lewat modus diangkat menjadi PNS itu. “Ini adalah penipuan gaya lama. Saya minta pegawai dan guru-guru honorer berhati-hati dengan aksi penipuan seperti ini. Apalagi saya tidak menjabat lagi sebagai Kepala BKD,” ujar Indra Nazwar memberi nasehat. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY