Dapat Kucuran Rp5 triliun, Tol Padang-Pekanbaru  Segera Terwujud

0
504
GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno saat melakukan rapat koordinasi pembangunan jalan tol trans Sumatera bersama perwakilan Kementerian Keuangan, Hutama Karya, Kementerian Perekonomian, di Gubernuran, Kamis (26/1).

PADANG, KP – Rencana pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru yang selama ini terkatung-katung karena menunggu investor, akhirnya mendapat titik terang. Rencananya, jalan tol itu bakal segera direalisasikan sebagai jalan strategis nasional dengan bantuan pembiayaan dari Asian Infrastructure Invesment Bank (AIIB) sebesar 400 juta US Dollar atau setara Rp 5 triliun.

Proyek nasional itu dipercayakan pengerjaannya pada PT Hutama Karya. Jalan tol Padang-Pekanbaru itu masuk dalam jalur Trans Sumatra yang memiliki panjang 1.415 km dan ditargetkan tuntas tahun 2024. Untuk tol Padang-Pekanbaru, pembangunan tahap I adalah jalur Padang-Sicincin sepanjang 27 km dan Pekanbaru-Kampar sepanjang 17 km.

“Agar pembangunan tahap I segera teralisasi, kami menyiapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pencairan uang pinjaman Rp5 triliun itu. Di antaranya trase, AMDAL, dan DED,” ungkap Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, usai rapat koordinasi pembangunan jalan tol Trans Sumatra bersama perwakilan Kementerian Keuangan, Hutama Karya, dan Kementerian Perekonomian, di Gubernuran, Jalan Sudirman, Padang, Kamis (26/1).

Irwan Prayitno mengatakan, lahan untuk jalur Padang-Sicincin telah disiapkan sebagian. Sejumlah ruas jalan telah dilakukan pengerasan dan sudah dibangun empat jembatan peng- hubung.

Sepanjang 17 km dari 27 km total panjang jalan Padang-Sicincin telah tersedia, yakni jalur Duku – Sicincin. Sementara 10 km lagi dari Bypass Padang menuju Duku sedang diupayakan pembebasan lahannya.

“Dari Duku ke Buayan, Sicincin, telah kita mulai dari dulu. Hanya itu tinggal pembebasan lahan untuk pelebaran dari 36 meter menjadi 60 meter. Sedangkan dari Bypass di Kota Padang menuju Duku sedang dilakukan pendataan tanah milik masyarakat,” paparnya.

Dijelaskan Gubernur, biaya pembebasan lahan itu didanai oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun demikian, pembiayaan pembebasan lahan tersebut masih menunggu payung hu- kum berupa Peraturan Presiden. Rencananya, Perpres itu dikeluarkan pada bulan Februari mendatang yang menyatakan bahwa jalan tol Padang-Pekanbaru merupakan jalan strategis nasional. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY