DPRD Sumbar Khawatir Embarkasi Padang ‘Hilang’

0
143
Ilustrasi

PADANG, KP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat menyayangkan belum adanya kejelasan terkait MoU keberangkatan haji di Embarkasi Padang dengan provinsi tetangga oleh Kanwil Kemenag dan Pemprov Sumbar.

“Kita khawatir jika kuota dari sejumlah provinsi hilang, nanti Embarkasi Padang terancam hilang dan pindah lagi ke Medan. Jika hal ini terjadi kan jadi menyulitkan,” ujar Sekretaris Komisi V, Yuliarman, Kamis (26/1).

Untuk diketahui, kontrak embarkasi Padang dengan sejumlah provinsi tetangga sudah habis sejak tahun 2016 lalu.

Yuliarman menjelaskan, eksistensi kerjasama mesti dipertahankan. Kalau perlu ditingkatkan. Namun dia menyayangkan pihak dewan tak pernah diberi kejelasan terkait hal itu. Padahal kerjasama tersebut sangat berdampak positif bagi Sumbar. Di samping ada nilai ekonomi, juga dapat menjaga eksistensi embarkasi Padang.

Sementara, Kanwil Kamenag Sumbar mengungkapkan memang belum ada pembicaraan soal kelanjutan kerjasama tersebut. Meski demikian, masih bisa dipastikan jemaah asal Bengkulu masih tetap masuk ‘embarkasi antara’ melalui Embarkasi Padang.

“Untuk Bengkulu, sebenarnya sesuai MoU mereka masuk ke asarama. Namun sejak empat tahun belangan mereka hanya ‘embarkasi antara’ karena jemaahnya langsung ke bandara. Mereka melanggar perjanjian, namun tidak terlalu mengganggu Sumbar. Lagipula di MoU itu tidak ada kejelasan soal ini,” terang mantan kabid Kabib Haji dan Umroh Kanwil Kamenag Sumbar, Syamsuir, yang Senin lalu (23/1), dilantik menjadi Kabid Urusan Agama Islam.

Dijelaskannya, durasi kontrak adalah 10 tahun. Namun Bengkulu melakukan permohonan ke pusat. Dia berharap jemaah bengkulu kembali masuk asrama. Sebab, dengan ‘embarkasi antara’, jemaah harus menunggu di bandara sampai enam jam.

Terkait kuota jemaah haji, imbuhnya, sejak dua tahun belakangan jemaah Sumbar hanya 3.599 orang. Jumlah itu mengalami perngurangan karena pemotongan kuota oleh Kerajaan Arab Saudi. Namun pada tahun 2017 dipastikan kembali ke posisi semula. (fai)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY