Cari Solusi Atasi Kekurangan Guru, DPRD Sleman Jauh-jauh Datang ke Bukittinggi

0
123
SUASANA pertemuan antara rombongan DPRD Kabupaten Slemean, Provinsi Yogyakarta, dengan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, di kantor OPD tersebut, Kamis (26/1). ALSURAU

BUKITTINGGI, KP – Sebanyak 16 orang anggota DPRD Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melakukan studi banding ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Kamis (26/1).

Kedatangan rombongan wakil rakyat dari Sleman itu disambut Kabid Kebudayaan, H. Erwin Umar, Kabid PAUD, Wismayul Efni, dan Kordinator Pengawas, Asril, serta sejumlah ASN.

Menurut Ketua rombongan DPRD Sleman, H. Syofyan Setya Darmawan, kedatangannya ke kota wisata itu untuk merajut silaturrahim sekaligus untuk mendapatkan informasi dan menyaksikan profil pendidikan di ‘Kota Jam Gadang’.

“Kami juga ingin mengetahui stategi penuntasan wajib belajar pendidikan dasar dan proses pengalihan kewenangan pendidikan SMA/SMK ke provinsi. Selain itu, kami juga ingin tahu upaya Pemko Bukittinggi dalam mengatasi kekurangan tenaga pendidik,” ujarnya.

Pasalnya, kata Syofyan yang juga wakil Ketua DPRD Sleman dari Fraksi PKS itu, di Sleman saat ini terdapat kekurangan tenaga guru sebanyak 500 orang lebih. Sejak dilakukan moratorium penerimaan pegawai oleh pemerintah pusat empat tahun lalu, kekurangan guru makin sulit diatasi karena pada saat bersamaan banyak para guru yang memasuki masa pensiun.

Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bukittinggi diwakili Kabid Kebudayaan, Erwin Umar, dalam pertemuan itu menyampaikan berbagai keberhasilan pendidikan di ranah Rang Kurai itu. Dia menyebutkan, salah satu sektor unggulan Bukittinggi memang bidang pendidikan.

“Kota Bukittinggi merupakan barometer kemajuan pendidikan di Sumatra Barat. Jadi, kota kecil yang luasnya hanya 25 Km2 ini merupakan penyumbang terbesar dalam menaikkan peringkat pendidikan Sumbar di level nasional,” ulasnya.

Terkait masalah kekurangan guru, menurutnya Bukittinggi juga mengalami problema yang sama. Untuk mengatasi persoalan itu, pihak sekolah memanfaatkan guru honor. Sedangkan peralihan kewenangan pendidikan SLTA ke provinsi berjalan aman dan lancar. Sampai saat ini, imbuhnya, guru, pegawai, dan pengawas sekolah telah dipindahkan adiministrasi kepegawaiannya ke provinsi tanpa ada kendala.

Pertemuan yang dibumbui canda dan tawa itu diakhiri dengan saling betukar cenderahati. Rombongan DPRD Sleman selanjutnya menikmati beberapa objek wisata di Bukittinggi sebelum bertolak ke Padang melalui Batusangkar. (als)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY