Beruang Madu Cari Makan ke Rumah Warga

0
157
Ilustrasi

PADANG ARO, KP – Masyarakat Jorong Sapan, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, saat ini resah dan dicekam ketakutan yang laur biasa. Pasalnya, sejak sepekan terakhir beruang madu masuk ke pemukiman warga. Bahkan, beruang berbulu hitam legam dan berkuku tajam itu taks egan-segan masuk ke rumah warga untuk mencari makan.

Salah seorang warga jorong Sapan, Ondrizal mengatakan beruang madu yang berkeliaran ke pemukiman warga itu diperkirakan berumur 5 tahun dan memiliki berat sekitar 50 kilogram.

“Sudah seminggu ini beruang itu keluar masuk ke lahan pertanian warga yang berada dekat pemukiman. Beruang itu memakan hasil pertanian seperti pisang, kelapa, durian, dan juga memangsa hewan ternak, seperti ayam,” tuturnya.

Menurutnya, beruang itu muncul ke permukiman setiap pagi dan sore hari. Pasa waktu-waktu itu, warga takut keluar rumah karena khawatir berpapasan dengan hewan liar bertubuh tegap besar itu.

“Bahkan, beruang itu masuk ke salah satu rumah warga. Sehingga, warga benar-benar resah dan dicekam rasa takut apabila sewaktu-waktu beruang itu mengamuk dan mengancam keselamatan kami,” ujar Ondrizal.

Dijelaskannya, ketakutan warga itu bukan tak beralasan. Tahun lalu, seorang warga setempat diterkam beruang. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan meski mengalami luka robek hampir di sekujur tubuhnya.

Sementara, Direktur Institution Concervation Society (ICS) Solok Selatan, Salpayandri, menduga keluarnya beruang madu ke pemukiman warga akibat maraknya pembalakan liar yang merusak hutan sebagai habitat beruang madu itu.

“Habitat aslinya jadi terganggu akibat pengrusakan hutan. Sehingga, mereka turun ke perkampungan warga untuk mencari makan. Apalagi saat ini musim buah-buahan. Karena habitatnya terganggu, satwa itu akhirnya turun kepemukiman warga untuk mencari makan,” tukasnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan segera melakukan penangkapan apabila ada informasi dari warga setempat tentang keberadaan satwa tersebut. Dia berharap kerjasama warga untuk menginformasikan keberadaan beruang tersebut.

“Apabila nanti tertangkap, kita akan cek kondisi kesehatannya. Jika dalam kondisi baik maka akan kita lepas lagi di habitat aslinya. Jika kondisinya buruk, akan dirawat melibatkan instansi terkait,” ungkapnya. (bus)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY