Sulaman dan Bordir Bukittinggi Tampil Memukau di IFW 2017

0
498
Walikota Bukittinggi, H.Ramlan Nurmatias dan Ketua Dekranasda Bukittinggi, Hj.Yessi Ramlan nurmatias dan rombongan foto bersama didepan Stand Pemko Bukittinggi dalam Pameran Indonesian Fashion Week 2017 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC).

BUKITTINGGI, KP – Sulaman dan bordiran khas Bukittinggi mulai diperkenalkan ke tingkat nasional dan internasional. Hal itu dilakukan Dekranasda Kota Bukittinggi dengan menggandeng Asosiasi Fashion Desainer Bukittinggi (AFDB) mengikuti pameran Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 pada 1-5 Februari di Plenary Hall-Jakarta Convention Center (JCC).

AFDB Kota Bukittinggi juga menampilkan hasil rancangan mereka pada iven yang bertemakan Celebration of Culture. Lalu, juga berkesempatan menampilkan karya – karya rancangannya melalui Fashion Show yang dibawakan peragawati dari Bukittingi dan Ibu kota.

Para desainer Bukittinggi juga memamerkan hasil karyanya yang difasilitasi Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi.

Ketua Dekranasda Kota Bukittinggi, Hj.Yesi Ramlan Nurmatias dalam kesempatan itu mengatakan, diikut sertakannya perancang busana Kota Bukittinggi pada pameran kali ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi Sulaman dan Bordir khususnya Kerancang Kota Bukittinggi ke dunia luar.

“Promosi itu penting. Karena tanpa adanya hal itu maka orang lain di luar sana tidak akan tahu dengan potensi yang kita miliki,” tegasnya.

Yessi didampingi Ketua GOW Bukittinggi, Khadijah Irwandi lebih lanjut mengatakan, perancang – perancang Bukittinggi mempunyai kemampuan yang tidak kalah dengan desainer lainnyadi Indonesia, bahkan sudah saatnya untuk ditunjukkan ke dunia luar dan untuk promosi.

Alvi Oktrisni selaku ketua AFDB Bukittinggi mengapresiasi Dekranasda Bukittinggi. Menurut Alvi, ini adalah langkah awal untuk Go Nasional dan Internasional.

“Promosi dan pameran pertama kali ini dapat menjadi pembanding untuk mengukur kemampuan kita. Sehingga, Sulaman dan Bordiran Bukittinggi semakin dikenal. Sehingga, pada akhirnya akan memperbanyak permintaan, dan dapat menghidupkan UKM dan pengrajin lokal di Kota Wisata itu,” jelasnya.

Lalu, disela – sela penampilan rancangan karya desainer Bukittinggi yang ditampilkan, Desainer Linda Purnama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemko Bukittinggi melalui Dekranasda di bawah kepemimpinan Ny.Yesi Ramlan. Karena baru kali inilah, para desainer Bukittinggi merasa sangat diperhatikan, dan diikutsertakan pada iven bergengsi seperti Indonesia Fashion Week 2017.

“Tentu saja hal ini akan membuat kami sebagai desainer lebih bersemangat untuk menciptakan ide – ide baru nantinya, terutama lebih membawa Bukittinggi go Internasional,” ucapnya.

Penampilan 8 desainer Bukittinggi lewat 24 busana siap pakai premium (ready to wear deluxe), dengan kerajinan Sulaman dan Bordir pada setiap rancangannya memukau pengunjung. Bahkan, terlihat dengan tepuk tangan kagum dari penonton yang memadati Mini Stage Cendrawasih Plenary Hall JCC.

Emalinda Chaidir dari rumah mode Cendrawasih menampilkan Baju Basiba yang dimodifikasi dengan bordir anggrek timbul serta sulaman sujicaia dalam warna silver dan pink.

Kemudian, Desi Oktavia dari Putri Ayu menampilkan Baju kurung kreasi baru dengan sentuhan bordir dengan warna biru malam yang diberi sentuhan benang emas. Eni Murnisari menampilkan aneka sulam dan bordir serta renda yang dipadu dengan batik Bukittinggi dengan tema Rang Minang. Alvy Oktrisni dari rumah mode Vee House menampilkan baju-baju warna pastel dengan tema romantic eksotik dengan sulaman rajut yang kekinian.

Tak ketinggalan Linda Purnama, dari rumah mode Linda Butik menampikan Baju Basiba yang klasik dan elegan yang dipadu padan dengan songket. Dan, juga tampil Ida Arleni dari rumah mode Ambun Suri dan Shintia dari rumah mode Shintia Butik serta Netti Hirdiani dari rumah mode Krissandina yang memukau penonton malam itu. (Oki)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY