Banjir Longsor Limapuluh Kota | Satu lagi Korban Longsor Ditemukan

0
235
Suasana evakuasi korban keenam tertimbun longsor di Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota
Suasana evakuasi korban keenam tertimbun longsor di Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, KP – Hari ketujuh evakuasi korban tanah longsor di kelok 17 jalan nasional Sumbar-Riau di Nagari Koto Alam, ditemukan tim evakuasi tidak jauh dari lokasi penemuan mayat Roni Emrizal asal Padang Pariaman, Kamis (9/3/2017), sekitar pukul 13.30 WIB.

Korban bernama Azwar Hasibuan alias Pampam (40), asal Padangsidempuan, Sumatera Utara, ditemukan di dasar jurang dalam timbunan tanah sekitar 3 meter dan terhimpit batu besar.

Baca Juga
Masa Tanggap Darurat Bencana Limapuluh Kota Diperpanjang
Banjir Longsor Limapuluh Kota | Kunjungi Lokasi Bencana, Mensos Teteskan Air Mata

Awalnya, tim evakuasi terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Basarnas, BNPB, Mapala Unand, serta 90 orang warga kampungnya dari Padangsidempuan dan masyarakat bersama relawan menemukan kaki manusia. Tim menduga itu adalah potongan kaki Roni Emrizal yang telah ditemukan Rabu (8/3).

Namun setelah digali lebih dalam, ternyata tim menemukan kaki dan badan utuh manusia yang ternyata merupakan jasad Azwar Hasibuan alias Pampam. Korban akhirnya dibawa ke-RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk dibersihkan dan diidentifikasi sebelum diserahkan kepada pihak kelurga.

Pihak kelurga korban yang ikut melakukan pencarian memastikan jika jasad itu adalah Azwar Hasibuan. Korban dikenali dari ciri-ciri khusus, yaitu jenggotnya.

“Kami mengetahui kalau Azwar memiliki jenggot di samping ciri-ciri lain yang dapat kami kenali,” jelas adik korban, Sakti Hasibuan, didampingi puluhan anggota keluarganya dari Padangsidimpuan saat ikut melakukan evakuasi.

Dia menjelaskan Azwar Hasibuan berangkat dari kampungnya di Gunung Tua, Padangsidempuan, Kamis (2/3), sehari sebelum terjadi bencana longsor.

“Saya sudah dibilangi oleh teman dari Pangkalan, tetapi saya tetap meneruskan perjalanan karena mengira itu longsor kecil-kecil,” begitu ucapan Pampam ditirukan Sakti.

Dia mengaku baru tahu kejadian itu Senin (6/3) dari TV, kemudian berangkat menuju lokasi Rabu (8/3), dan sampai Kamis subuh (9/3).

Seperti diketahui, Azwar Hasibuan, berangkat dari kampung halamannya menuju Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru untuk mengantarkan bibit karet dan tiga unit sepeda motor kepada salah seorang masyarakat pembeli bibit karet di daerah itu.

Nahas, korban yang mengenderai mobil pik Up jenis L.300 BB 8670 LR bermuatan bibit karet dan tiga motor itu terjebak antrean longsor di Koto Alam. Namun, baru saja sampai di lokasi terjebak, tanah tebing tiba-tiba berguguran dan menghantam kenderaan yang dikemudikannya hingga dirinya terpental keluar mobil dan ditimbun bongkahan material longsor.

Ketua Aksi Cepat Tanggap Fadli Nahar, yang ikut mengevakuasi dan mencari korban menyebut, jika mayat Azwar terjepit di antara batu. Kemudian di atas batu ada kayu.

Dengan ditemukannya Azwar Hasibuan, maka jumlah korban tanah longsor sudah mencapai enam orang dan korban banjir dua orang serta dua korban luka berat. Korban meninggal akibat longsor, yaitu Doni Fernandes (31) asal Gasan Gadang Padang Pariaman, Teja Jumadil Ashar (19) dan Yogi Syaputra (23) keduanya dari Jorong Rajawali, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Karudi (25) asal Sungai Garingiang, Padangpariaman, Roni Emrizal (23) asal Padangpariaman, dan Azwar Hasibuan (40) asal Padangsidimpuan, Sumut.

Sedangkan korban meninggal karena banjir, Muklis alias Ujang (45) asal Pangkalan, dan seorang bayi berusia 2 bulan. Kemudian dua orang korban luka berat, Syamsul Bahri (22) asal Gasang Gadang Padangpariaman dan Chandra (42) asal Garinggiang Padang Pariaman.

Tim gabungan masih terus melakukan evakuasi mengingat diduga masih ada korban. Jika ada masyarakat yang kehilangan anggota kelurga di sekitar lokasi longsor Koto Alam, silahkan menghubungi Polres Limapuluh Kota. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY