Wakapolda: Peningkatan Pengawasan Senpi Ilegal Sangat Perlu

0
118

PADANG, KP – Seluruh Direktur Operasional dan Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) jajaran Polda Sumbar agar terus melaksanakan kegiatan preventif, represif dan penindakan hukum apabila ditemukannya indikasi penyalahgunaan senjata api (senpi) ilegal. Hal itu ditegaskan Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Sumbar, Kombes Pol Nur Afiah saat mempimpin pemusnahan senpi dan amunisi ‘operasi sapu jagat’ di gudang penyimpanan senpi Mapolsek Padang Timur, Selasa 9/5).

“Kegiatan pengawasan senpi serta bahan peledak sangat penting saat ini, maka itu diharapkan seluruh jajaran agar terus tingkatkan kegiatan preventif dan represif terhadap penguna senpi serta lakukan penindakan hukum. Seperti yang telah dicantumkan undang-undang bagi barang siapa yang tanpa hak memasukan ke Indonesia, membuat, serta menerima senpi secara ilegal akan dapat dihukum mati,” tegas Wakapolda.

Nur Afiah menjelaskan, terhitung di tahun ini berbagai insiden telah terjadi di Sumbar yang melibatkan pengunaan senpi ilegal. Imbuhnya, seperti dua kejadian tertembaknya seseorang dengan senpi jenis balansa saat berburu babi di Kabupaten Agam pada 5 dan 13 Maret lalu.

“Tidak hanya itu, pada 3 Mei di Kabupten Dharmasraya juga terjadi pencurian dengan kekerasan (Curas) yang mana pelaku juga mengunakan senpi, begitupun di Kabupaten Sijunjung pada pada 5 April dengan korban seorang nasabah Bank. Terakhir, baru-baru ini juga terjadi aksi penembakan di Plaza Andalas Kota Bukittingi oleh orang yang tidak dikenal,” ungkap Nur Afiah.

Nur Afiah berharap, dengan ditingkatkan pengawasan senpi oleh seluruh Direktur Operasional dan Kasatwil dapat menekan tindakan pidana yang melibatkan pengunaan senpi ilegal yang tidak dapat dipungkiri masih banyak beredar pada masyarakat.

7.537 Pucuk Senpi Ilegal Dimusnahkan

Dalam kesempatan itu, Polda Sumbar yang telah melakukan operasi sapu jagat telah berhasil mengamankan sebanyak 7.537 Pucuk Senpi Ilegal dari berbagai jenis. Semua senpi yang terkumpul dari tahun 1980 itu dimusnahkan dengan cara di potong dengan mesin dan selanjutnya dihancurkan.

“Rencana pemusnahan ini dilakukan sudah sangat lama namun terkendala mekanisme, bahkan gudang penyimpan senpi ilegal tersebut telah beberapa kali pindah tempat. Maka itu, dengan intruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian seluruh senpi ilegal dari operasi sapu jagat segera dimusnahkan,” kata Nur Afiah.

Dirincikannya, adapun jenis senpi ilegal yang dimusnahkan di antaranya senpi Standar TNI-Polri sebanyak 54 Pucuk dengan jenis senjata bahu, senpi non standar TNI-Polri sebanyak 626 pucuk jenis senjata bahu dan jenis genggam 60 pucuk. Sedangkan untuk senpi jenis Balansa yang dimusnahkan paling banyak dengan total 6.743 pucuk dan terakhir pistol angin kaliber 4,5 dengan rotal 54 pucuk senjata. (Irwanda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY