Pabrik Pengolahan Pinang Disegel

0
133
Polres Payakumbuh melakukan penyegelan terhadap pabrik pengolahan pinang yang sudah beroperasi sejak tiga bulan lalu, di Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, kemarin.

PAYAKUMBUH, KP – Sehari setelah menyegel SPBU yang diduga melakukan penimbunan BBM, jajaran Polres Payakumbuh melakukan penyegelan terhadap pabrik pengolahan pinang yang sudah beroperasi sejak tiga bulan lalu, di Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

Penyegelan itu dilakukan karena pabrik tersebut disinyalir belum memiliki izin sebagai perusahaan pengolahan pinang impor

“Penyegelan dilakukan karena perusahaan pengolahan pinang tersebut tidak memiliki izin resmi,” ujar Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto, melalui Kasatreskrim, Iptu Wawan Dermawan, Selasa (30/5).

Pantauan KORAN PADANG di lokasi pabrik, pihak pengelola yang mengaku bernama Herman membenarkan bahwa perusahaan pengolahan pinang yang dikelolanya memang belum memiliki izin resmi.

“Izin perusahaannya sedang diurus. Namun, sebagai pengelola saya tidak tahu izin perusahaan itu belum ada karena pengurusan izinnya saya percayakan kepada Pak Joni,” ujar Herman sembari mengakui bahwa pihaknya memang bersalah karena perusahaannya belum memiliki izin.

Diakuinya, usaha pengolahan pinang yang dikelolanya hanya proses pengeringan saja. Buah pinang itu direbus dan dikeringkan lalu dikirim ke Medan untuk selanjutnya diekspor ke China.

Herman juga mengakui bahwa perusahaan yang dikelolanya memperkerjakan 24 orang karyawan yang dibagi dalam 3 shif. Masing- masing shif 8 orang yang bekerja selama delapan jam.

Pekerjakan 2 Orang Asing

Penyegelan terhadap pabrik pengolahan pinang tersebut oleh Polres Payakumbuh juga mengungkap fakta bahwa perusahaan tersebut diduga memperkerjakan 2 orang tenaga asing dari China.

Pihak Imigrasi Bukittinggi yang turun melakukan pemantauan ke lokasi pabrik, kemarin, menemukan dua orang asing berkewarganegaraan China di pabrik itu, yakni seorang pria dan seorang perempuan. Masing-masing bernama Yang Zhengxiang dan Wang.

“Kita belum bisa memastikan apakah kedua orang asing ini telah menyalahi aturan terkait ketenagakerjaan. Yang jelas, keduanya memiliki paspor dan izin kerjanya dikeluarkan pihak Imigrasi Medan,” ujar penyidik dari Imgirasi Kelas II B Bukittinggi, Musa.

Pihaknya akan memanggil pihak perusahaan yang bertanggungjawab atas keberadaan kedua orang asing tersebut. Namun, penterjemah yang dipekerjakan di pabrik tersebut, Maria, mengatakan kedua orang asing itu baru satu minggu ini berada di lokasi pabrik sebelum penyegelan dilakukan Polres Payakumbuh.

Namun demikian, tegas Musa, pihaknya tidak percaya begitu saja dengan pengakuan penerjemah tersebut dan meminta pihak perusahaan membawa dokumen kedua orang asing itu ke Kantor Imigrasi Kelas II B Bukittinggi. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY