Ribuan Slof Rokok Ilegal Diamankan

0
139
Kasatreskrim Iptu Wawan Dermawan dan Kasatnarkoba Iptu Hendri Has dan anggota memperlihatkan temuan rokok ilegal di sebuah rumah di Kelurahan Kotokaciak Kubu Tapaktajo (eks Kelurahan Labuahbaru), Kecamatan Payakumbuh Utara dan di sebuah rumah di Kelurahan Tanjunggadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, kemarin. Foto Doddy Sastra

PAYAKUMBUH, KP – Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota adalah ‘zona merah’ masuknya barang-barang impor ke Provinsi Sumatra Barat.

Buktinya, Polres Payakumbuh berhasil mengamankan ribuan slof rokok tanpa bea cukai dari tangan seorang pedagang.

Informasi yang beredar, rokok yang diamankan pihak Reskrim Polres Payakumbuh itu terdiri dari berbagai merek, seperti merek Luffman abu-abu, Luffman Mild, RBX, Touch Black, Scot, dan Harmoni.

“Rokok illegal tanpa cukai itu diamankan di sebuah rumah di Kelurahan Kotokaciak Kubu Tapaktajo (eks Kelurahan Labuahbaru), Kecamatan Payakumbuh Utara dan di sebuah rumah di Kelurahan Tanjunggadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh,” ujar Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto, melalui Kasatreskrim Iptu Wawan Dermawan, kemarin.

Diungkapkannya, penyitaan rokok illegal tersebut berawal dari penangkapan terhadap seorang tersangka kasus narkoba, Musa Tilani panggilan Uncu (34), di rumahnya di Kelurahan Kotokaciak Kubu Tapakrajo.

Ketika dilakukan pengerebekan di dua rumah tersangka, Polres Payakumbuh menemukan ratusan slof rokok tanpa pita bea cukai.

Adapun rokok tanpa pita cukai yang ditemukan itu adalah rokok merk Luffman abu-abu sebanyak 15 karton tambah 35 slof, rokok merk Luffman Mild sebanyak 4 karton tambah 45 slof, rokok merk H Mild sebanyak 40 karton, rokok merk RBX sebanyak 23 karton ditambah 48 slof, rokok merk Touch Black sebanyak 25 karton ditambah 39 slof, dan rokok merk Scot sebanyak 3 karton dan rokok merk Harmoni sebanyak 2 karton ditambah 63 slof.

Seluruh barang bukti sudah diamankan di Mapolres Payakumbuh, untuk pengusutan lebih lanjut. (dst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY