Sidak Pasar Pabukoan,Takjil Mengandung Zat Boraks dan Rhodamin Ditemukan

0
66
Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansarullah, saat melakukan sidak bersama Balai Pengawasan Makanan dan Obatan (BPOM) dan Dinas Kesehatan di pasar pabukoan Imam Bonjol, Padang, Selasa (30/5). Foto Irwanda Saputra

PADANG, KP – Inspeksi mendadak (sidak) terhadap pasar babukoan yang ada di delapan kecamatan di Kota Padang ditemukan adanya makanan dan minuman untuk berbuka puasa atau takjil yang mengandung zat berbahaya jenis rodamin dan borak.

Hal itu diungkapkan Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansarullah, saat melakukan sidak bersama Balai Pengawasan Makanan dan Obatan (BPOM) dan Dinas Kesehatan di pasar pabukoan Imam Bonjol, Padang, Selasa (30/5).

“Di Kecamatan Padang Selatan zat rodamin ditemukan pada cendol dan borak di es rumput laut. Hal ini akan kita periksa lebih lanjut untuk dilakukan langkah-langkah pembinaan atau penindakan,” terang walikota.

Dia menambahkan, jika pedagang yang menjual makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya itu adalah pedagang yang sama yang pernah kedapatan melakukan hal tersebut, dengan sumber yang sama, dan tempat yang sama, berarti pembinaan yang dilakukan tidak diindahkan. Dengan demikian, dipastikan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kalau seandainya orangnya berbeda, maka dilakukan langkah lain. Untuk itu, kita imbau masyarakat untuk memastikan makanan atau minuman yang akan dikomsumsi itu aman. Kenali serta ketahui bahan makanan yang dibeli. Begitupun kepada para pedagang untuk mematuhi aturan dan tidak menjual atau membuat makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya,” imbuhnya.

Dia meminta masyarakat tidak segan-segan bertanya kepada pedagang mengenai bahan-bahan pembuat makanan dan minuman itu untuk memastikannya aman dari zat berbahaya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Mahyeldi menegaskan kepada jajaran OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan  agar segera berkoordinasi kepada BBPOM utuk melakukan pengecekan dan memastikan bahan-bahan yang dikosumsi masyarakat lebih aman lagi. Selain itu, apabila ditemukan hal yang menyimpangan di lapangan agar segera diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Langkah-langkah ini kita lakukan guna menciptakan keamanan pangan bagi masyarakat. Pemeritnah harus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa makanan dan minuman yang dikosumsinya aman dan bebas dari zat berbahaya,” pungkas Mahyeldi Ansharullah. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY