Ratusan Personel Sabhara Dikerahkan, Satu Pelaku Tawuran Diproses Hukum

0
172
Ratusan personel satuan Sabhara Polresta Padang menyisir kawasan Banjir Kanal,Parak Kopi,Kecamatan Padang Utara, Minggu pagi (4/6) sekira pukul 01.30 WIB,guna mengurai aksi tawuran di kawasan tersebut. Irwanda Saputra

PADANG, KP – Antisipasi aksi geng tawuran dan  balap liar yang kian meresahkan masyarakat, Polresta Padang terus gencarkan patroli dan razia, Minggu pagi (4/6) sekira pukul 01.30 WIB. Ratusan personel Sabhara berpakaian lengkap dan bersenjata rotan, dikerahkan terjun ke lokasi yang acapkali menjadi tempat tawuran dan balap liar.

Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, sesuai dengan laporan masyarakat aksi tawuran pada pagi itu terjadi di kawasan Banjir Kanal Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara. Dengan pergerakan cepat, personel Sabhara Polresta Padang dengan mobil patroli hingga mengendarai sepeda motor trail langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, sesaat petugas datang ke TKP para pelaku tawuran telah berhasil kabur dan hanya meninggalkan satu unit sepeda motor milik pelaku tawuran. Alhasil, sepeda motor tersebut langsung diamankan dan digiring petugas.

Terus mengurai aksi tawuran dan balap liar tersebut, personel Sabhara beranjak dari TKP pertama menuju lokasi selanjutnya di Simpang Telkom Padang Baru, Kecamatan Padang Utara. Dengan berjaga-jaga di berbagai titik ruas jalan, petugas terus memantau para pengendara yang lewat.

Begitupun di kawasan selanjutnya di Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara hal serupa juga dilakukan para personel Sabhara dan berhasil mengamankan empat pengendara sepeda motor yang diduga sebagai pelaku balap liar. Selanjutnya digiring ke Mapolresta Padang.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kabag Ops Kompol Ediwarman, menjelaskan patroli dan razia tersebut dilakukan guna mengantisipasi dan menimalisir aksi tawuran dan balap liar yang kian meresahkan masyarakat. Selain itu, imbuhnya, hal tersebut juga guna menekan aksi kejahatan lainnya seperti pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Sepeda motor yang kita amankan sebanyak 16 kendaraan yang disinyalir melakukan balap liar dan akan kita periksa kelengkapan kendaraannya. Apabila tidak dilengkapi surat-surat akan kita lakukan penilangan dan tentu sebelumnya akan juga diperiksa kendaraannya apakah tidak merupakan hasil curanmor,” terang Ediwarman sembari menyebutkan selain melakukan penilangan para pelaku balap liar tersebut juga akan dilakukan pembinaan serta pemanggilan pihak keluarga.

Satu Pelaku Diproses Hukum

Selain di tiga titik lokasi yang menjadi sasaran petugas pada razia tersebut, selang beberapa jam di kawasan Purus II, Kecamatan Padang Barat petugas kembali berhasil membubarkan aksi tawuran. Meski berhasilkabur namun beberapa para remaja yang disinyalir sebagai pelaku tawuran berhasil diamankan.

Mirisnya, satu diantaranya bahkan ada yang masih di bawah umur dan kedapatan membawa tiga senjata tajam (sajam) dengan panjang satu meter. Namun anehnya, pelaku tawuran tersebut membantah sajam itu merupakan miliknya.

Tidak hanya sajam, satu bendera bertulisan SSG yang diduga sebagai lambang geng tawuran palaku juga ditemukan petugas. Bendera tersebut, dibawa pelaku sambil dipegang di atas sepeda motor dan diarak pelaku tawuran dengan berkonvoi.

“Dalam razia ini, satu pelaku tawuran berinisial MF (15) berstatus pelajar kita proses di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), sesuai instruksi Kapolresta Padang pelaku akan kita proses sesuai dengan undang-undang darurat dan perlindungan anak. Ini merupakan suatu efek jera yang efektif bagi para pelaku tawuran yang meresahkan masyarakat Kota Padang,” tegas Ediwarman.

Ediwarman berharap, peran semua pihak sangat diperlukan dalam hal bersinergi mengantispasi aksi tawuran tersebut seperti ninik mamak, lingkungan, serta paling utama orangtua. Maka itu, imbuhnya, mari bersama-sama membasmi dan membrantas aksi geng tawuran tersebut.

“Kita dari pihak kepolisian telah terus melakukan penekan terhadap aksi tawuran ini baik tindakan preventif seperti melibatkan personil satuan Sabhara untuk melakukan patroli di wilayah yang rentan akan aksi tawuran. Selain tindakan preventif untuk menekan aksi tawuran ini kita juga melakukan tindakan represif apabila setiap kali adanya laporan masyarakat aksi tawuran tersebut kita langsung bergerak cepat turun ke lapangan,” pungkas Ediwarman. (Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY