Aksi Damai Warga Kota Solok “Jangan Usik Ketenangan Kota Kami …”

0
3441
Elemen masyarakat Kota Solok melakukan aksi damai menolakpemberitaan sejumlah media nasional yang mencitrakan seolah-olah Kota Solok tidak aman, di Simpang Surya, Kota Solok, Senin (5/6). Foto Ervan Yuhenda

SOLOK, KP – Buntut panjang dugaan persekusi terhadap dr. Fierra Lovita sejatinya telah berakhir dengan pencopotan Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawaty Rosya. Dia dimutasi sebagai Kabagwatpers Biro SDM Polda Sumbar. Namun, pemberitaan akhir-akhir ini di sejumlah media nasional membuat ketenangan warga Kota Solok dan sekitarnya terusik. Sehingga, memunculkan reaksi spontan dari berbagai kalangan masyarakat.

Sekitar pukul 22.00 WIB, usai Sholat Tarawih, Minggu (4/6), sejumlah elemen masyarakat di Kota Solok berkumpul di kawasan Simpang Surya, Pasar Raya Solok. Aksi damai spontan itu untuk menolak pemberitaan di sejumlah media nasional yang seakan-akan menggambarkan Kota Solok tidak aman.

Pada malam itu juga, aksi membubuhkan tanda tangan secara juga dilakukan massa. Tampak hadir dalam aksi damai itu KNPI Kota Solok, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok, Badang Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Keluarga Bersar Pemuda Simpang Surya, Perhimpunan Pedagang Kaki Lima Pasar Raya Solok, Persatuan Tukang Parkir Kota Solok, Pemuda Aro Bersaudara Kota Solok, dan berbagai unsur, ormas, dan OKP lainya.

Selain elemen, unsur, dan ormas masyarakat, sejumlah anggota DPRD Kota Solok juga hadir dalam aksi damai tersebut. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Adang, anggota DPRD Afdal Yandi, Ilzan Sumarta, Dalius, Angry Nursya, dan Yosri Martin.

Dalam orasinya secara bergantian, anggota dewan membantah pemberitaan mengenai Kota Solok yang tidak aman dan menuntut penjelasan dr. FL yang seolah-olah mencitrakan Kota Solok tidak aman. Sehingga merugikan kota itu secara sosial, ekonomi, dan pada sektor lainnya.

“Pada kenyataanya Kota Solok ini aman dan kondusif. Tidak seperti yang diberitakan di sejumlah media,” kata Ketua KNPI Kota Solok, Rahmadhani, yang juga anggota DPRD Kota Solok.

Pada aksi tersebut, seluruh elemen masyarakat yang ada juga membubuhkan tandatangan di atas kain putih untuk memberikan dukungan kepada Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawati Rosya. Mereka juga menolak tegas bahwa Kota Solok dinilai tidak aman seperti yang diberitakan beberapa media sehingga menyudutkan dan merugikan Kota Solok dan sekitarnya di mata masyarakat luar.

Aksi damai kembali digelar

Aksi damai kembali digelar Senin (5/6), dengan jumlah masa yang lebih banyak dan diikuti berbagai unsur yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Solok (FPMS). Turut serta Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, anggota DPRD Kota Solok Rahmadhani, Irman Yefri Adang, Herdiyulis, Nasril, Nurnisma, Afdal Yandi dan sejumlah anggota DPRD lainya, ninik mamk, Bundo Kanduang Milda Murniati, Ketua Lkaam Rusli Khatib Sulaiman, dan sejumlah ormas, LSM, dan organisai pemuda se-Kota solok.

Aksi damai itu dilakukan di sepanjang ruas jalan Pasar Raya Solok menuju Mapolres Solok Kota. Aksi damai yang disertai longmarch tersebut diikuti ratusan warga sembari membawa pesan agar kasus tersebut tidak merusak kenyaman dan ketenangan kehidupan warga Kota Solok.

“Kami telah bersusah payah mewujudkan Kota Solok menjadi kota tujuan, namun karena pemberitaan di media nasional membuat orang takut datang ke Kota Solok. Sebab, selama ini kapolres dan seluruh jajarannya juga telah berhasil membuat Kota Solok ini aman dan nyaman. Kami ingin nama Kota Solok kembali baik dan bersih,” kata Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can.

Di sepanjang jalan dari Simpang Surya melewati kawasan Pasar Raya Solok-Kalan Sudirman-Simpang Denpal, dan berakhir di Mapolres Solok Kota, peserta aksi terus menyerukan agar kasus itu tidak lagi mengusik ketenangan warga Kota Solok. Usai menyampaikan sikap, secara tertib peserta aksi langsung membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB. (Ervan Yuhenda)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY