‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ Atlet dan Pelatih Wushu Bertabur Prestasi Berpulang

0
256
Almarhum Hendri Antoni

PADANG, KP – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, kabar duka menyelimuti insan olahraga Sumbar. Mantan atlet wushu peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI di Palembang Sumsel, Hendri Antoni tutup usia usai mengalami kecelakaan lalu lintas, Senin pagi (5/6).

Dari informasi yang di dapat KORAN PADANG, kemarin, peristiwa itu terjadi ketika almarhum akan berangkat kerja. Menurut Lusi salah seorang keluarga almarhum, pagi itu almarhum berangkat kerja seperti biasanya menggunakan sepeda motor.

“Tapi ketika melewati jalan di depan SMPN 18 Balai Baru, Kuranji, Padang, almarhum tersenggol truk fuso pengangkut pasir, dan tergilas oleh truk tersebut,” katanya.

Almarhum sempat menjalani operasi di RSUP M.Djamil Padang, namun karena kehabisan darah, nyawanya tak tertolong lagi.

“Kemungkinan, kehabisan darah usai operasi di RSUP M.Djamil. Bahkan, almarhum sempat dirawat di ICU. Almarhum akan dibawa, Selasa (6/6) ke kampung tempat orangtua almarhum di Solok untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Berbagai prestasi di cabang beladiri asal Tiongkok itu memang sudah diukir oleh Pelatih wushu berusia  43 tahun ini. Anak dari pasangan Marlan Rivai dan Mursida ini mulai menjalani latihan saat berusia 9 tahun.

Keprihatinannya terhadap prestasi wushu Sumbar membulatkan tekadnya untuk menjadi seorang pelatih pada 2006 lalu. Menjadi pelatih, memang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Hal itu berawal dari kesukaannya terhadap olahraga beladiri kungfu.

Untuk memperdalam ilmu, ia merantau ke Jawa Barat (Jabar) tahun 1993. Enam tahun lamanya menimba ilmu di Vihara Tanda Bhakti Bandung. Ia dilatih dibawah asuhan pelatihan Mr Tan Tat Tjoe dan Law Tung Yung dan pelatih asal Tiongkok yakni, Mr Daeng Chang Lie, Mr Fang liem Tay, Mr Wang Dong Lian.

Usai menimba ilmu beladiri di Jabar, ia kembali ke Sumbar dan mendedikasikan dirinya sebagai pelatih profesional Wushu Sumbar.

Sederetan prestasi yang telah diraih anak asuhnya seperti, 8 kali menjadi juara tingkat nasional baik dikelompok senior maupun junior. Bahkan tak sedikit atlet hasil didikannya \menabur prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Diantaranya, harapan I Kejurnas Wushu di Gor CLS, Surabaya pada tahun 1994. Peraih harapan I di ekshibishi wushu pertama kali di PON DKI Jakarta pada tahun 1996. Termasuk juga perolehan tiga perunggu di PON di Kaltim pada 2008 lalu oleh Siska Satria Dewi, Sandi Korga dan Firman Syafei. Lalu, juara nasional pada Kejurnas Seleksi Sea Games di Pekanbaru pada tahun 2013.

Kemudian prestasi terakhir yang diukir tim Wushu HTT Padang, ditahun 2016 lalu menjadi juara umum Kejuaraan Wushu Piala Menpora di Jakarta dengan merebut 9 medali emas.

Terakhir pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Sumbar 2016, almarhum bersama anak asuhnya berhasil menjadikan Wushu Kota Padang, keluar sebagai juara umum
dengan raihan 17 medali emas.

Terpisah Kadispora Sumbar, Priadi Syukur mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya mantan atlet berbakat yang telah membawa harum nama Sumbar di PON. “Saya mengucapkan belasungkawa secara tulus dari lubuk hati untuk persaudaraan dalam olahraga,” ujarnya.

Selain Kadispora Sumbar teman sejawat Almarhum juga turut melepas kepergian bapak dari dua putri ini di RSUP M Djamil Padang. (nal/bai)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY