Berdalih Untuk Kebutuhan Lebaran, Pasutri Nekat Curanmor

0
64
Ilustrasi/Koran Padang

LIMAPULUH KOTA, KP – Seorang suami harusnya mengajak istri pada kebaikan. Berbeda dengan MR (31), pria asal Korong Kelok Punggung Kasiak, Lubuak Alung, Kabupaten Padangpariaman. Dia justri nekad mengajak istrinya, Y (30) mencuri sepeda motor.

Berawal pada Minggu (4/6) sekitar pukul 13.00 WIB, MR dan Y melihat sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah hitam BA 6625 AK milik H. Syofian Ansari terparkir di halaman Masjid Baitul Ikhlas, Jorong Kototinggi, Nagari Muaropaiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.

Seketika, muncul niat jahat di pikiran MR dan istrinya Y. Sehingga, motor Jupiter Z yang digunakan H. Syofian untuk pulang pergi menuju masjid untuk salat berjemaah itu langsung jadi target pasutri muda itu. Tidak lama berselang setelah mengamati lokasi, akhirnya MR dan Y berhasil membawa kabur motor Jupiter Z tersebut.

“Ketika saya selesai salat dan keluar masjid, sepeda motor saya tidak ada lagi padahal sebelumnya stangnya sudah saya kunci. Setelah dicari, ternyata tidak ditemukan. Akhirnya saya melapor ke Polsek Kapur IX,” cerita korban kepada penyidik Polsek Kapur IX ketika melaporkan kejadian curanmor itu.

Setelah menerima laporan adanya curanmor, Kapolsek Kapur IX langsung melakukan penyelidikan dengan cepat. Termasuk menanyai saksi-saksi. Ssehingga, diketahui ke arah mana pelarian pelaku membawa motor Jupiter Z itu.

Bahkan, salah seorang saksi, Ismardi, menyebut dia berselisih dengan pelaku di Jalan Palolan. Sekitar pukul 19.00 WIB, keberadaan pelaku diketahui dan langsung dilakukan penangkapan. Saat itu, kedua tersangka sedang berada di rumah orangtua angkatnya di Jorong Kototinggi, Muaro Peti.

“Saat kita datangi lokasi diduga tempat pelaku, keduanya ternyata berada di tempat orangtua angkatnya dan lansung kita amankan,” jelas Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis, melalui Kasubag Humas, AKP Efrizul, didampingi Kapolsek Kapur IX, AKP Yuhelman, Selasa (6/6).

Kepada penyidik, MR dan Y mengaku terdesak ekonomi untuk belanja lebaran idul Fitri nanti. Sehingga, keduanya kompak mencuri sepeda motor.

“Terdesak ekonomi, Pak. Untuk belanja,” sebutnya mengaku khilaf.

Berharap bisa berlebaran dengan uang hasil jualan motor curian, malah pasutri muda itu harus berlebaran di balik dinginnya dinding penjara. (Doddy Sastra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY