Awas Penipuan Via Telepon, Begini Modusnya…

0
171

PADANG, KP – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Afrina Dewi (35), nyaris menjadi korban penipuan via telepon yang mengaku sebagai seorang Polisi. Modus pelaku, berpura-pura telah melakukan penangkap kepada salah seorang keluarga korban lalu meminta uang tebusan apabila ingin berdamai.

Tidak tanggung-tanggung, korban yang merupakan warga Kampung Tabu, Kanagarian Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam tersebut diminta pelaku uang tebusan sebesar Rp5 Juta. Apabila tidak ingin membayar, pelaku mengancam akan bertindak anarkis dan melakukan penembakan kepada keluarga korban yang ditangkap tersebut.

“Saya dapat telepon dari nomor 082167933272 yang tidak dikenal sekitar pukul 03.00 pagi dan mengatakan bahwa adik saya yang tinggal di Kota Padang ditangkapnya karena terlibat narkoba. Sontak, mendenggar kabar itu saya langsung kaget dan panik, apalagi mereka (Pelaku) juga meyakinkan saya dengan suara adik saya di via telepon itu seakan memiminta pertolongan,” terang Afrina Dewi kepada KORAN PADANG, Sabtu (24/6).

Dalam percakapan via telepon tersebut, korban yang telah panik terus diteror oleh pelaku dengan berbagai ancaman. Bahkan, dalam skanario penipuan pelaku di telepon itu membuat suasana seakan sebenarnya dengan suara serine mobil Polisi dan keributan.

“Mendenggar suara (serine) dan keributan itu saya makin panik, mereka terus mengancam saya dengan berbagai perkataan. Terus pelaku itu mengatakan kepada saya, apabila ingin damai harus membayar uang tebusan sebesar Rp5 Juta,” tambah korban.

Saat suasana terancam tersebut, korban sempat menelpon pihak keluarga lain (orangtua) yang berada di Kota Padang. Namun, telepon korban tidak diangkat yang membuat korban bertambah panik apalagi pelaku terus meneror dan menelpon korban.

“Sekitar setengah jam lamanya pelaku menelpon saya dengan berbagai ancaman dan bahkan menyuruh untuk segera mengimkan uang tersebut. Bahkan pelaku meminta diisikan pulsa sebesar Rp100 Ribu di tiga nomor ini 082167633272, 081264728275 dan 082365672873 tapi tidak saya isi karena hari masih subuh,” ulas Afrina Dewi.

Afrina Dewi menambahkan, dirinya yang semakin cemas dan panik tersebut akhirnya memilih untuk mematikan handphone miliknya agar tidak di telepon kembali oleh pelaku dan menunggu hingga sahur. Kemudian, kembali menelpon orangtuanya yang berada di Kota Padang.

“Kabar dari pelaku itu kemudian saya cari tahu kepastiannya dengan kembali menghubungi orangtua di Padang ketika sahur, dan ternyata orangtua saya tidak tahu dengan kabar itu dan kaget. Paginya sekitar pukul 08.00, orangtua saya mencoba mendatangi rumah adik saya yang tinggal sama istrinya dan ternyata adik saya baik-baik saja sehingga saya baru sadar menjadi korban penipuan,” katanya sembari mengatakan nomor pelaku tidak aktif lagi.

Sementara, Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kabag Ops, Kompol Ediwarman, menghimbau masyarakat agar terus berhati-hati dengan berbagai modus penipuan tersebut. Selain itu, jangan mudah percaya dengan nomor yang tidak dikenal dan mengaku-mengaku sebagai Polisi.

“Masyarakat terus tingkatkan kewaspadaan, berbagai tindak kejahatan terjadi di mana saja dan dengan cara apapun, apalagi menjelang lebaran ini. Maka itu, jangan mudah terpengaruh dengan berbagai macam modus penipuan termasuk via telepon ini,” imbau Kabag Ops. (Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY