Mudik ke Padang, DPO Pelaku Penipuan Cek Bodong Ditangkap di BIM

0
231

PADANG, KP – Polresta Padang berhasil meringkus satu pelaku penipuan cek kosong senilai Rp1 Miliar berinisial AM (46) saat turun dari pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, Jumat (23/6). Disinyalir, pelaku datang ke Kota Padang untuk mudik lebaran.

Penangkapan pelaku yang merupakan warga Kasturi Blok HA5/8 Sektor IX Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten itu dilakukan tim gabungan Opsnal Reskim dan Opsnal Jatanras (Kejahatan dan kekerasan) Polresta Padang. Meski sempat berupaya menggelak dari Polisi, namun Direktur salah satu perusahaan obat herbal itu dapat diamankan.

“Pelaku kita tangkap di BIM ketika baru turun dari pesawat dari Jakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Pelaku melakukan penipuan terhadap korban bernama Busnar Yuneldi pada tahun 2013 lalu dan pelaku diketahui seorang guru spritual,” terang Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz.

Diketahui, korban diajak bekerjasama oleh pelaku untuk memulai bisnis tambang biji besi di Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Kemudian, korban menanamkan modal investasi pada perusahaan tambang milik pelaku tersebut sebesar Rp1 Miliar.

Sesuai kesepakatan yang dibuat di hadapan notaris, jika pengerjaan tambang itu tidak terlaksana dalam masa tiga bulan, maka korban bisa menarik kembali investasinya sebesar Rp1 Miliar.

“Namun, ketika korban meminta uang tersebut, pelaku hanya memberikan dua lembar cek yang masing-masingnya senilai Rp500 Juta. Namun ternyata cek yang diberikan pelaku tersebut tidak bisa diuangkan,” tambah Kapolres.

Tidak terima dan merasa ditipu, korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Padang pada 25 Desember 2013 lalu. Selanjutnya, pada tahun 2016 Kasus tersebut akhirnya dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan.

“Pelaku telah beberapa kali mangkir dari pemanggilan yang dilakukan oleh penyidik, sehingga dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kita dan kemudian diketahui pelaku akan datang ke Kota Padang kita langsung lakukan penangkapan,” jelas Chairul Aziz.

Ditambahkannya, saat ini kasus pelaku akan segera diserahkan ke kejaksaan, karena proses hukum yang telah lengkap. Sedangkan tersangka akan dititipkan di sel tahanan Polda Sumbar.

“Karena sel tahanan Polresta Padang over kapasitas, maka kita akan titipan pelaku ke sel tahanan Polda Sumbar dan selanjutnya akan serahkan ke kejaksaan,” pungkasnya. (Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY