PERDANA DI SUMBAR | ‘Lokal Takhasus’ MAN 3 Padang Siap Lahirkan Lulusan Unggul dan Berdaya Saing

0
26
Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, membuka kegiatan Diklat Bintal dan Kepribadian, beberapa waktu lalu. HUMAS
Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, membuka kegiatan Diklat Bintal dan Kepribadian, beberapa waktu lalu. HUMAS
Waka Kurikulum MAN 3 Padang, Mashuri.
Waka Kurikulum MAN 3 Padang, Mashuri.

PADANG, KP – Terobosan hebat dalam dunia pendidikan, khususnya bidang keagamaan, diinisiasi oleh MAN 3 Padang dengan meluncurkan program ‘Lokal Takhasus’ pada tahun ajaran baru 2017/2018. Program itu merupakan yang perdana diadakan mulai tahun ini dan diyakini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Sumbar sejauh ini.

Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, melalui Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum, Mashuri, mengungkapkan lokal takahasus itu berisi 32 orang siswa, lebih sedikit dari jumlah 36 siswa per rombongan belajar (rombel) agar, program takhasus tersebut berjalan lebih efektif.

Dia menerangkan, lokal takhasus itu dirancang dengan memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya dalam hal kedisiplinan siswa yang menerapkan konsep ‘semi-militer’ dan yang jadi andalan adalah program hafalan Alquran atau hafiz.

“Setiap siswa takhasus wajib hafal Alquran 1 juz per semester. Sehingga, begitu tamat madrasah mereka hafal setidaknya 6 juz Alquran. Hal ini sekaligus sebagai kredit positif bagi mereka ketika akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Sebab, saat ini bagi yang hafal minimal 5 juz Alquran bisa memilih perguruan tinggi mana saja yang mereka inginkan,” papar Mashuri didampingi Waka Kesiswaan, Ihsan Lubis, di sela-sela seleksi wawancara dan fisik calon siswa lokal takhasus, di MAN 3 Padang, Jumat (7/7/2017).

Dalam seleksi itu, ada sekitar 60 calon siswa baru yang memenuhi syarat secara administrasi untuk menjadi siswa takhasus. Namun, jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi hanya 32 siswa.

Dijelaskan Mashuri, siswa lokal takhasus dibebaskan dari biaya SPP dan sejenisnya hingga tamat dan tidak ada pembedaan antara siswa yang berasal dari keluarga mampu maupun kurang mampu dalam hal pembebasan biaya pendidikan tersebut.

Lebih lanjut dibeberkannya, siswa lokal takhasus jam masuk dan durasi belajarnya berbeda dengan siswa lain. Mereka masuk pukul 07.45 WIB dan pulang pukul 17.45 WIB. Selama waktu belajar itu, selain mengikuti pendidikan kurikulum yang biasa, mereka juga dididik secara lebih dalam hal keagamaan, seperti hafalan Alquran dan lain-lain.

Sedangkan konsentrasi pendidikan lokal takhasus adalah jurusan MIPA.

Dia mengakui program itu mungkin membuat siswa takhasus harus belajar lebih keras. Apalagi perdana dan pertama kali diadakan. Oleh karena itu, dalam perjalanannya nanti, siswa yang dinilai tidak mampu melanjutkan program takhasus itu maka bisa pindah lokal, tergantung penilaian tim pengelola program takhasus tersebut.

Sehingga, sambung Mashuri, program tersebut benar-benar menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

“Jika di awal-awal lokal takhasus dihuni 32 siswa, maka tiga tahun ke depan saat kelulusan bisa jadi jumlah siswa takhasus kurang dari itu. Namun, benar-benar menghasilkan lulusan takhasus yang berkualitas,” ucapnya.

Dia menambahkan, sebagai pembina program takhasus langsung Kepala Madrasah, Afrizal, dengan penanggungjawab Syafrizal Tanjung yang juga merupakan Waka Humas dan walikelasnya Suryanis Ali (guru Fisika). (ak)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY