Kakan Kemenag Padang, H. Japeri, Apresiasi ‘Lokal Takhasus’ MAN 3 Padang

Afrizal: “Kita Bertekad Lahirkan Cendekiawan Muslim”

0
93
KEPALA Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, H. Japeri, disaksikan Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, menyerahkan secara simbolis daftar siswa baru yang akan diberi pembinaan oleh instruktur dari Yonmarhalan Lantamal II Padang, dalam upacara penerimaan siswa baru di MAN 3 Padang, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Senin (10/7). SYAF TJ/HUMAS
KEPALA Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, H. Japeri, disaksikan Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, menyerahkan secara simbolis daftar siswa baru yang akan diberi pembinaan oleh instruktur dari Yonmarhalan Lantamal II Padang, dalam upacara penerimaan siswa baru di MAN 3 Padang, Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Senin (10/7). SYAF TJ/HUMAS

PADANG, KP – Pendidikan akademik harus diseiringkan dengan pendidikan akhlak dan moral yang kedua konsep pendidikan itu bermuara pada pendidikan keagamaan. Sudah banyak penelitian disertai contoh nyata bahwa peradaban yang hanya mengagungkan intelektualitas tanpa disertai agama tidak akan bertahan lama; rapuh, mengalami keterpurukan moral, dan lama-kelamaan akan menemui kehancuran.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, H. Japeri, saat membuka pelaksanaan masa taaruf siswa madrasah (matsama) sekaligus dimulainya tahun ajaran baru 2017/2018, di MAN 3 Padang, di Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah, Kota Padang, Senin (10/7).

“Inilah keunggulan pendidikan madrasah. Sebab, para siswa dibekali dengan pengetahuan akademik dan intelektualitas yang diimbangi dengan bekal pendidikan keagamaan,” sebut Japeri.

Secara khusus, tambahnya, dalam pendidikan madrasah saat ini juga sudah diwajibkan kepada siswanya untuk menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Hal itu berlangsung sejak dari tingkatan madrasah ibtidaiyah (MI), tsanawiyah (MTs), hingga aliyah (MA).

Sehingga, lanjutnya, ketika lulus nanti para siswa madrasah sudah memiliki modal awal sekaligus bekal utama untuk bersaing di era globalisasi yang semakin ketat.

“Dengan ditempa pendidikan akademik disertai pendidikan keagamaan, pembinaan mental (bintal), akhlak, dan moral, diharapkan para siswa madrasah memiliki keunggulan dan punya daya saing di tingkat global. Lebih spesifik lagi, mereka juga tidak akan canggung ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan bisa memasuki jurusan yang mereka inginkan berbekal tempaan yang mereka dapatkan selama di madrasah,” beber mantan Kakan Kemenag Kota Padangpanjang itu.

Sementara, Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, mengatakan para siswa baru diharapkan segera menyatu dengan konsep pendidikan ke-Islaman yang diterapkan di madrasah. Sebab, para siswa baru itu tak hanya berasal dari tsanawiyah, namun ada juga yang dari SMP.

Oleh karena itu, sebutnya, diadakan ‘matsama’ untuk mengenalkan konsep pendidikan aliyah yang lebih menitikberatkan pada pendidikan keagamaan di samping pendidikan akademik secara umum.

Pada tahun ajaran baru ini, siswa baru di MAN 3 Padang berjumlah 284 orang yang dibagi dalam delapan rombongan belajar (rombel) atau lokal, termasuk ‘lokal takhassus’ yang merupakan perdana diadakan dan satu-satunya di Sumbar.

Dalam kegiatan matsama, pihak madrasah bekerjasama dengan Tim Gabungan Lantamal II Padang. Dalam hal ini, para siswa baru ditempa oleh  personil Dismin, POMAL, dan Dispotmar. Selama matsama, instruktur dari Lantamal II Padang itu akan memberikan pengetahuan baris-berbaris (PBB) hingga wawasan kebangsaan (wasbang) kepada para siswa baru.

Total jumlah siswa MAN 3 Padang saat ini adalah 830 siswa, meningkat dibandingkan tahun lalu.

Lokal Takhassus

Kepala Kemenag Kota Padang, H. Japeri, mengapresiasi terobosan yang dilakukan MAN 3 Padang dalam meluncurkan ‘Lokal Takhassus’. Program itu merupakan ‘lokal khusus’ yang menghadirkan sejumlah keunggulan, seperti setiap siswa wajib hafal Alquran (hafiz) 1 juz per semester.

Sehingga, ketika lulus nanti para siswa setidaknya hafal 6 juz Alquran. Lokal takhassus itu diisi oleh 32 siswa dengan jam belajar mulai pukul 06.45 WIB hingga pukul 17.45 WIB.

Japeri mengatakan program lokal takhassus yang diinisiasi MAN 3 Padang akan dijadikan contoh atau pilot project di Kota Padang. Dia berharap, program tersebut juga diadopsi dan diimplementasikan oleh madrasah lainnya.

“Ke depan, program lokal takhassus ini diharapkan menjadi program umum di madrasah. Artinya, konsep program takhassus ini akan diterapkan secara merata kepada semua siswa madrasah. Tentu secara bertahap. Nanti kita akan lakukan evaluasi secara rutin,” sebut Japeri.

Sedangkan Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, didampingi Wakil Kepala Bidang Humas, Syafrizal Tanjung, mengatakan tujuan utama pihaknya menghadirkan lokal takhassus adalah untuk melahirkan cendekiawan-cendekiawan muslim dari MAN 3 Padang.

“Secara khusus, para siswa takhassus ditargetkan lulus di perguruan tinggi kedinasan, seperti Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol), IPDN, STAN, STIN, dan sekolah tinggi kedinasan lainnya di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Abah itu.

Dia menjelaskan, lokal takhassus menerapkan pola ‘drop out’. Bagi siswa yang dinilai tidak mampu melanjutkan program itu, maka akan dimasukkan ke lokal umum.

“Sehingga, tidak tertutup kemungkinan saat kelulusan nanti jumlah siswa takhasasus tinggal 25, 20 orang atau kurang. Namun, yang penting, mereka yang lulus adalah benar-benar kualitas unggul. Tentu kita berharap semua siswa di lokal takhassus ini kelak lulus semuanya,” papar Afrizal sembari menambahkan basis takhassus rencananya diselenggarakan di Yonmarhanlan dan saat ini masih dalam tahap pembahasan. (ak)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY