Siswa Takhassus MAN 3 Padang ‘Digembleng’ Selama Tiga Hari dalam Program ‘Basis’

0
167
KEPALA MAN 3 Padang, Afrizal, dan jajaran, bersama instruktur pelatih dari YOnif 133/Yudha Sakti, berfoto dengan para siswa takhassus yang mengikuti program pembinaan siswa (basis) di Tiger Camp Lubuk Minturun, selama tiga hari, 3-5 Agustus 2017.
KEPALA MAN 3 Padang, Afrizal, dan jajaran, bersama instruktur pelatih dari YOnif 133/Yudha Sakti, berfoto dengan para siswa takhassus yang mengikuti program pembinaan siswa (basis) di Tiger Camp Lubuk Minturun, selama tiga hari, 3-5 Agustus 2017.

PADANG, KP – Gebrakan MAN 3 Padang dalam dunia pendidikan dengan menghadirkan ‘lokal takhassus’ benar-benar ‘digodok’ dengan serius. Hal itu diawali dengan menggembleng sebanyak 30 pelajar takhassus (14 putra dan 16 putri) tahun ajaran 2017/2018 melalui program ‘pembinaan siswa (basis) secara militer. Bahkan, instruktur dalam kegiatan basis tersebut langsung dari unsur militer, yakni dari Batalyon Infanteri (Yonif) 133/Yudha Sakti.

Hal itu untuk melatih kedisiplinan, menciptakan mental yang tangguh, dan membentuk kepribadian siswa yang unggul. Sebab, mereka akan menjalani pendidikan ‘takhassus’ yang ‘berat’ hingga tiga tahun ke depan. Tidak ada kompromi di lokal takhassus. Jika tidak sanggup, silahkan mundur.

Program ‘basis’ tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 3-5 Agustus 2017, di Tiger Camp Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah, Kota Padang. Selama tiga hari itu, puluhan siswa takhassus ‘dididik’ oleh Sertu M. Efendi Purba, Serda La Bima, Praka Suryadi, dan Pratu Andri Murzal, di bawah arahan Pasi Ops, Lettu Inf. Puthut Wahyu Nugroho.

Selama tiga hari itupula, para siswa takhassus benar-benar digembleng oleh para prajurit TNI yang jadi instruktur mereka. Sebab, pihak sekolah sebelumnya telah melepas mereka untuk dididik dengan sungguh-sungguh di ‘kawah candradimuka’ Tiger Camp. Hal itu juga telah disepakati orangtua dan walimurid masing-masing.

Selama mengikuti basis, ‘berkawan’ dengan lumpur menjadi hal yang biasa bagi siswa. Fisik mereka digenjot maksimal melalui berbagai latihan yang terukur. Kekompakan mereka juga dibentuk. Makan sama makan, lapar sama lapar. Apa yang dirasakan teman, itu juga yang dirasakan. Tidak ada perbedaan.

PARA siswa takhassus saat makan ala prajurit TNI sebagai salah satu bentuk pendidikan kedisiplinan.
PARA siswa takhassus saat makan ala prajurit TNI sebagai salah satu bentuk pendidikan kedisiplinan.

Gemblengan itu terbukti membuahkan hasil. Selepas upacara bendera, Senin (7/8), tanpa diberi instruksi, para siswa takhassus kompak meneriakkan ‘yel-yel’ ala prajurit TNI jelang diterjunkan ke medan perang. Bedanya, bagi siswa takhassus, ‘medan perang’ mereka adalah sekolah, musuh mereka adalah kemalasan dan ketidakdisiplinan, dan misi yang harus mereka tuntaskan adalah program takhasus yang sudah disiapkan pihak madrasah hingga tiga tahun ke depan sampai mereka tamat.

“Selama menjalani ‘basis’, para siswa diberi materi peraturan militer dasar (permildas), adab, dan tata tertib keseharian taruna,” ucap Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, kepada KORAN PADANG, kemarin.

Selain membentuk karakter siswa yang bermental baja, sambungnya, dalam program Basis tersebut para siswa juga dibekali materi untuk intelektualitas bidang iptek dan imtaq.

“Para siswa sudah harus memulai kegiatan pukul 03.30 WIB, diawali dengan Salat Tahajjud. Setelah itu mereka membaca dan menghafal Alquran, Salat Subuh, kultum, dan murojah hafalan. Kemudian dilanjutkan dengan bina jasmani mulai pukul 06.00 WIB sampai 07.00 WIB. Selepas bersih-bersih dan sarapan disambung dengan materi lainnya,” terang Afrizal didampingi Waka Humas, Syafrizal Tanjung.

Menurutnya, setelah selesai menjalani ‘Basis’, siswa takhassus diharapkan memiliki pola hidup disiplin dan mental yang tangguh. Sehingga, mampu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran yang telah diprogramkan bagi mereka. Dia menegaskan, tujuan utama pihaknya menghadirkan lokal takhassus adalah untuk melahirkan cendekiawan-cendekiawan muslim dari MAN 3 Padang.

Pada hari ketiga Basis, seluruh siswa kelas X ikut bergabung untuk menerima materi sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Sumbar.

Untuk diketahui, lokal takhassus merupakan ‘lokal khusus’ yang menghadirkan sejumlah keunggulan. Antara lain, seperti setiap siswa wajib hafal Alquran (hafiz) 1 juz per semester. Sehingga, ketika lulus nanti para siswa setidaknya hafal 6 juz Alquran. Sedangkan jam belajar siswa takhassus mulai pukul 06.45 WIB hingga pukul 17.45 WIB.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, H. Japeri, mengatakan program takhassus yang diinisiasi MAN 3 Padang akan dijadikan contoh atau pilot project di Kota Padang. Dia berharap, program tersebut juga diadopsi dan diimplementasikan oleh madrasah lainnya.

“Ke depan, program lokal takhassus ini diharapkan menjadi program umum di madrasah. Artinya, konsep program takhassus ini akan diterapkan secara merata kepada semua siswa madrasah. Tentu secara bertahap. Nanti kita akan lakukan evaluasi secara rutin,” sebut Japeri. (ak)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY