Lepas dan Menyerang Warga, Sapi ini Dilumpuhkan Polisi

0
92

PADANG, KP – Lepas dari tali pengikat, seekor sapi kurban di Masjid Jamiak, Kelurahan Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, mengamuk dan menyerang warga saat akan disembelih, Sabtu (2/9). Akibatnya, seorang panitia kurban bernama Syafrizal (62) terpaksa harus dilarikan ke Semen Padang Hospital (SPH) karena mengalami luka akibat diseruduk serangan sapi tersebut.

Tidak hanya Syafrizal, bahkan sapi kurban yang lepas tersebut berupaya menyerang semua warga yang ada di depannya. Bahkan, sapi itu  melarikan diri hingga ke jalan raya dan sempat nyaris mengahantam angkutan kota (angkot) dan gerobak bakso.

Kurang lebih dua jam lamanya panitia kurban bersama masyarakat di sekitar Masjid Jamiak mencoba menangkap sapi yang diduga stres tersebut. Proses penangkapan sapi itu, sontak menjadi tontonan pengendara yang hendak melintas dan masyarakat sekitar.

Meski telah mengepung sapi itu dan memetangkan jala, namun masyarakat tetap tidak mampu menangkap hewan yang hendak dikurban tersebut. Warga yang resah dan takut makin banyak jatuhnya korban memilih melaporkan ke Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kuranji.

Petugas bersama warga terus berupaya menangkap sapi yang semakin liar tersebut. Hingga akhirnya, Polisi terpaksa  menembakan timah panas tepat di bagian kaki depan sebelah kiri sapi itu hingga menyerah dan tergelatak.

Warga langsung mengamankan sapi dengan mengingkat kakinya. Sementara agar sapi itu tidak mati kehabisan darah akibat peluru Polisi, panitia kurban langsung menyembelih sapi itu di tengah jalan raya dan kemudian membawanya kembali ke Masjid Jamiak.

“Di sini (Masjid Jamiak) ada 15 ekor sapi dan enam ekor kambing, sebagian susah disembelih namun yang satu ini malah berhasil kabur. Malah menyerang salah satu panitia yang hendak menangkapnya,” terang Ketua Panitia Kurban,  Ramli Hamzah.

Ramli Hamzah menambahkan, untuk kondisi korban mengalami luka di bagian kepala akibat terbentur aspal saat terjatuh. Sedangkan luka di dada korban akibat siseruduk oleh sapi itu.

“Korban kita bawa langsung ke Rumah Sakit untuk perawatan intesif, dan panitia kurban bertanggungjawab atas kejadian dan biaya pengobatan akan kita tanggung. Ini pertama sekali terjadi, dan mudah-mudahan tidak terulang lagi di tahun mendatang,” pungkasnya. (Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY