Unik, Sebelum Disembelih Sapi ini Didandani

0
110

Laporan: Irwanda Saputra

Ada yang unik dalam prosesi penyembelihan hewam kurban yang dilakukan jamaah Tarekat Syattariyah di Masjid Nurul Huda Jalan Durian RT 2/RW 7, Purus Baru, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat. Sebelum disembelih, ternyata sapi-sapi kurban ini didandani. Seperti apa?

Sabtu pagi (2/9) sekira pukul 07.30 WIB, puluhan warga di sekitar Masjid Nurul Huda atau yang biasa disebut Masjid Piaman itu berbondong-bondong menyaksikan penyembelihan hewan kurban dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1348 H.

Dari orang dewasa hingga anak-anak begitu antusias. Mereka memadati halaman Masjid Piaman tempat lokasi penyembelihan.

Terlihat para pemuda setempat juga telah bersiap-siap untuk melakukan penyembelihan dengan membawa berbagai senjata tajam. Adapula anak-anak dan ibu-ibu yang sengaja mengabadikan momen prosesi penyembelihan hewan kurban itu dengan kamera telepon gengamnya.

Ternyata ada yang menarik, sebelum disembelih sapi itu dimandikan dengan air bercampur bunga tujuh rupa (bunga rampai) terdiri dari limau purut dan daun sitawa-sidingin. Uniknya lagi, setelah dimandikan, hewan kurban itu bahkan dibedaki dan disisir rambut dibagian kepalanya.

Imam Masjid Nurul Huda, Buya Bainullah Tuanku Elok mengungkapkan, prosesi penyembelihan hewan kurban yang dilakukan seperti itu merupakan syariat yang diambil dari Nabi Ibrahim ketika mengorbankan anaknya. Selain itu, juga merupakan tradisi jamaah Tarekat Syattariyah.

“Seperti diketahui, Nabi Ibrahim ketika memotong anaknya terlebih dahulu anaknya itu dibersihkan dengan dimandikan, disikat dan bahkan dikasih bedak oleh istrinya. Inilah yang kita ambil dan diperlakukan terhadap hewan kurban yang kita sembelih,” terang Buya Bainullah Tuanku Elok kepada KORAN PADANG.

Buya Bainullah Tuanku Elok menambahkan, prosesi hal demikian terus dilakukan setiap tahunnya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. “Akikadnya, kita berikan untuk kekah pada kurban ini dan telah dilakukan sejak dahulu hingga kini,” ulasnya.

Dijelaskannya, untuk jamaah Tarekat Syattariyah di Masjid Nurul Huda tersebut kebanyakan berasal dari Kabupaten Padangpariaman. Namun, ada juga yang berasal dari daerah lain seperti Solok, Bukittingi Kabupaten Tanahdatar dan Pesisir Selatan.

“Untuk tahun ini ada lima ekor sapi yang kuta kurbankan di Masjid Nurul Huda. Nanti akan kita bagi-bagi kepada masyarakat yang telah mendapat kupon daging yang kita berikan sebelumnya,” katanya.

Sementara, salah seorang warga setempat, Usman Yasin Iskandar (25), mengaku setiap penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan di Masjid Nuruh Huda tersebut dirinya selalu hadir menyaksikan. Sebab, prosesi penyembelihan hewan kurban dengan cara didandani itu tidak semua Masjid melaksanakan.

“Ini bisa menjadi wisata religi di Kota Padang. Selain unik, tentu juga ada makna setiap prosesi yang dilaksanakan dalam penyembelihan hewan kurban di Masjis Nuruh Huda ini,” cetusnya singkat. (*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY