Suasana Haru Selimuti Kedatangan Dua Mahasiswa Minang Yang Ditahan di Mesir

0
206
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyambut kedatangan mahasiswa Sumbar yang sempat ditahan Ototoritas Keamanan Mesir beberapa waktu lalu di BIM, Minggu (3/9). IST

PADANG, KP – Upaya Pemerintah untuk membebaskan dan memulangkan dua mahasiswa asal Kabupaten Limapuluh Kota, yang ditahan kepolisian Mesir ke tanah air, akhirnya terwujud. Minggu, (3/9), Muhammad Hadi dan Nurul Islami Elfis, telah mendarat di BIM, sekitar pukul 13.10 Wib.

Kepulangan dua mahasiswa asal Sumbar yang langsung disambut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan juga para keluarga di pintu kepulangan Bandara. Tampak dengan suasana haru dan isak tangis. Hadi dan Nurul tak lepas dari pelukan keluarga yang telah lama menahan akan rindu kedua putra mereka sempat ditahan Otoritas Keamanan setempat sejak 1 Agustus lalu dikarenakan masuk wilayah terlarang.

“Alhamdulilah dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan pihak Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir. Untuk itu kami dari Pemprov sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujar Gubernur Irwan Prayitno saat menyambut kedatangan mahasiswa asal Sumbar dipintu kepulangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Dikatakan Gubernur, sejak ditahannya kedua mahasiswa asal Sumbar ini, Pihak Pemprov Sumbar telah intens berkomunikasi dengan Dubes RI dan Kemenlu untuk memproses pembebasan Nurul dan Hadi ini.

“Kita hanya dapat melakukan komunikasi untuk pembebasan ini. Yang berperan tetap Dubes dan Kemenlu. Jika sudah selesai prosesnya disana. Baru kami Pemprov yang akan menfasilitasi kepulangannya ke tanah air,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini mahasiswa yang melakukan studi di Mesir asal Sumbar ada sekitar 300-an. Tetapi jika digabung dengan se-Indonesia ada ribuan. Sehingga, adanya kasus ini meminta mahasiswa yang melakukan studi disana untuk belajar dengan serius.

Saat ini, Pemprov tengah berkomunikasi dengan pihak Dubes untuk mengurus transkrip nilai mereka. Sebab, kedua mahasiswa ini ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. “Jadi untuk itu kami bantu untuk menfasilitasi pengurusan nilainya,” katanya.

Selain itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan wawancara kepada dua orang ini. Dari hasilnya mereka berdua tidak bersalah dan pihak BNPT juga akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir. Jadi tidak ada mereka diblacklist.

Diketahui, Pemprov Sumbar bahkan mendukung mahasiswa asal minang yang melakukan studi di Mesir. Bahkan, kata Irwan wisma laki-laki dan Perempuan hanya Sumbar yang punya di Kairo.

“Jadi mahasiswa kesana itu untuk belajar dan mereka adalah calon ulama masa depan. Kita di Sumbar sangat butuh peran ulama,” terangnya.

Ia meminta mahasiswa yang saat ini masih melakukan studi di mesir untuk berhati-hati, jangan memasuki wilayah yang tengah konflik.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Hadi didampingi Nurul Islami Elfis mnenyebutkan, kejadian mereka saat ditangkap oleh Otoritas Keamanan setempat saat itu tengah berbelanja ditoko.

“Kita diambil aja dijalan. Katanya mau periksa visa. Tidak tahunya malah ditahan,” katanya.

Sementara itu, Ibu Nurul, Muharnes merasakan gembira dengan kepulangan ketiga dari lima bersaudara ini. Karena, setiap hari mesti memikirkan anaknya yang masih ditahan disana. “Setiap hari berdoa agar anak saya bebas. Karena mereka disana hanya menuntut ilmu dan tidak pernah melakukan hal yang tidak baik. Tetapi kenapa ditahan,” ulasny sambil menahan isak tangis bahagia.

Sang Ayah Nurul, ElFis menyebutkan, bahwa sejak anak ditahan kepalanya sering sakit karena memikirkan anaknya ini yang ditahan tanpa sebab. “Namun, hari ini perasaan saya lega dan gembira sudah dapat berkumpul dengan anak. Karena, Nurul merupakan satu-satu anak yang melakukan studi ke Mesir. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah atas peran penting membebaskan anak saya ini,” ungkapnya.

Ditempat sama, Ibu Hadi, Muktalindah merasakan kebahagiaan karena kepulangan sibuah hati ini. Dan berharap anaknya dapat kembali melanjutkan studi di Mesir.

Ia bercerita sejak anaknya kedua ini ditahan sudah kehilangan kontak selama lima hari, dan perasaan sudah tidak enak.

“Nama saja orang tua tentu perasaan tidak enak. anak ada apa-apa disana. Saya coba telpon tidak masuk, hubungi temannya via pesan singkat hanya dibaca. Tidak dibalas. Maka saya bilang sama adiknya ini ada apa-apa pasti sama abang kamu. Ternyata benar kami dapat informasi mereka ditahan tanpa alasan,” terangnya.

Sambungnya, karena tahu karaketer anaknya bagiamana. Tidak mungkin dia berbuat macam-macam disana. Maka coba kontak pemerintah dan ada respon.

“Untuk itu saya berterimakasih kepada pemerintah yang telah membantu saya dan keluarga kembali dipertemukan dengan sang buah hati,” pungkasnya. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY