Umat Budha Sumbar Mengutuk Keras Pemerintah Myanmar

0
62

PADANG, KP – Umat Budha di Sumbar, mengutuk keras dan mengecam tindakan keji yang dilakukan oleh militer Negara Myanmar terhadap kaum muslim Rohingya, di Rakhine. Menurutnya, perbuatan yang menewaskan ribuan orang tersebut merupakan tindakan biadab dan pengecut.

Kepala Pembina Masyarakat (Pembimas) Budha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, Wahadi, mengatakan
aksi kekerasan yang hingga berujung tindakan pembunuhan itu merupakan kejahatan yang tidak diizinkan semua agama. Sebagai umat Budha, pihaknya sangat prihatin dan menolak serta mengutuk keras Pemerintahan Myanmar.

“Kami meminta agar Pemerintah Myanmar dapat menghentikan tindakan kekerasan terhadap umat muslim Rohingya di Rakhine. Dalam hal ini, umat Budha di Indonesia sangat menolak keras,” kata Wahadi kepada Koran Padang di sela-sela kegiatan sembayang biksu di kleteng See hing Kiong.

Wahadi menegaskan, dari  permasalahan yang dialami oleh umat muslim Rohinya tersebut pihaknya telah menyatakan sikap dalam rapat yang dilakukan seluruh tokoh umat Budha di Sumbar. Dalam pertemuan tersebut, ada empat pernyataan yang dibuat secara tertulis.

“Pernyataan pertama, perbuatan jahat dan pengecut yang dilakukan oleh militer Myanmar, pantas untuk dihukum sebagai kejahatan internasional atas kemanusian. Selanjutnya, kekerasan dan kejahatan kemanusian adalah musuh bersama-sama agama, umat Budha Sumbar tidak mendukung segala tindak kekerasan atas nama agama apapun dan di manapun,” ulasnya.

Wahadi menambahkan, pihaknya juga mendorong Pemerintah Indonesia agar segera memfasilitasi perdamaian di Myanmar melalui forum ASEAN dan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Sehingga, imbuhnya,  kekerasan yang dialami umat muslim Rohingya dapat segera dihentikan.

“Umat Budha di Sumbar sebagai komponen agama Budha indonesia Sejak dahulu hingga sekarang telah mempratikkan hidup rukun bersama dalam keanekaragaman. Sebagaimana yang dijadikan semboyang persatuan bangsa yang tercantum dalam pancasila, Bineka Tunggal Ika,” pungkasnya. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY