Nyambi Sebagai Pengedar Narkoba, Mahasiswa di Padang Diringkus Polisi

0
96

PADANG, KP – Nekad nyambi sebagai pengedar narkoba, Jusub Latri Putra (20) berhasil diringkus Satresnarkoba Polresta Padang. Alih-alih ingin mendapatkan untung dalam berbisnis barang haram tersebut, pelaku yang diketahui merupakan Mahasiswa Universitas Dharma Andalas itu terpaksa harus berurusan dengan hukum.

Pelaku ditangkap di kawasan Jalan Citandui, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu malam (6/9) sekira pukul 22.30 WIB, saat akan bertransaksi narkoba dengan Polisi yang melakukan penyamaran. Dari tangan pelaku, petugas berhasil menemukan narkotika jenis sabu sebanyak dua paket.

Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, penangkapan pelaku yang merupakan warga Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang timur itu berawal dari hasil penyelidikan Satresnarkoba. Diketahui, pelaku merupakan salah satu pengedar narkoba di Kota Padang.

Setelah melacak dan mendapat informasi nomor handphone seluler pelaku, petugas melakukan transaksi terselubung (under cover buy). Dengan berpura-pura sebagai pembeli, petugas bersama pelaku melakukan transaksi  di tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dijanjikan.

Saat pelaku menujukan sabu-sabu yang dimilikinya, petugas langsung bergerak melakukan penangkapan. Pelaku sempat melawan dengan menginjak kaki petugas dan berupaya kabur dengan sepeda motor Honda Beat miliknya.

Namun dengan kesigapan anggota Satresnarkoba, sepeda motor pelaku dapat dihentikan petugas dan pelaku berhasil diamankan. Selanjutnya, pelaku beringkut barang bukti langsung digiring ke Mapolresta Padang.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kasat Narkoba, Kompol Abriadi membenarkan penangkapan pelaku. Selain narkoba, pihaknya juga menemukan kartu tanda mahasiswa (KTM) milik pelaku.

“Benar, pelaku merupakan mahasiswa yang nekad berbisnis narkoba. Saat ini, pelaku telah kita amankan berikut dengan barang bukti.” terang Abriadi yang didampingi Wakasat AKP Rosita Imelda.

Ditambahkannya, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait jaringan pelaku dan asal muasal narkoba. Sedangkan apabila terbukti, pelaku akan dikenakan undang-undang narkoba nomor 35 tahun 2009 dengan pasal 112 jounto 114 ancaman lima hingga 20 tahun penjara.

Sementara, dari pengakuan pelaku nekad berbisnis narkoba karena untuk kebutuhan biaya kuliah. Selain itu, pelaku juga membenarkan bahwasanya dia seorang mahasiswa Fakultas Manajemen. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY