585 ‘Pandeka Silek’ dari Tiga Provinsi Bertarung di Padang

0
169
TECHNICAL Meeting ‘MAN 3 Padang Open Pencak Silat Tangan Mas Championsip 2017’ yang dipimpin Ketua Panitia, Syafrizal Tanjung, dan unsur panitia lainnya, Selasa (19/9/2017). FOTO: SAHRIPAL
TECHNICAL Meeting ‘MAN 3 Padang Open Pencak Silat Tangan Mas Championsip 2017’ yang dipimpin Ketua Panitia, Syafrizal Tanjung, dan unsur panitia lainnya, Selasa (19/9/2017). FOTO: SAHRIPAL

PADANG, KP – Sebanyak 585 ‘pandeka silek’ dari tiga provinsi, Sumatra Barat, Riau, dan Sumatra Selatan, bakal bertarung di Kota Padang. Mereka akan saling adu jurus dalam iven ‘MAN 3 Padang Open Pencak Silat Tangan Mas Championsip 2017’, di Kelurahan Balaigadang, Kecamatan Kototangah. Kejuaraan itu merupakan perhelatan yang kedua kalinya diadakan setelah iven perdana sukses digelar tahun 2016 lalu.

Kepala MAN 3 Padang, Afrizal, didampingi ketua panitia, Syafrizal Tanjung, kemarin, menyebut open turnamen pencak silat itu rencananya bakal dibuka Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Kamis besok (21/9). Ditambahkannya, iven tersebut dilaksanakan hingga 25 September mendatang.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 585 orang itu membludak dari perkiraan awal. Apalagi, panitia sudah menargetkan kuota peserta sebanyak 500 orang. Namun, mempertimbangkan tingginya minat dan antusias peserta terutama yang dari luar Sumbar, maka jumlah peserta ditambah hingga menjadi 585 orang. Jika ditambah dengan ofisial dan pendamping, maka diperkirtakan tamu yang datang menghadiri iven tersebut tak kurang dari seribuan orang

Pihaknya siap menerima kedatangan tamu-tamu tersebut. Selaku tuan rumah, MAN 3 Padang sudah siap memberikan pelayanan terbaik. Peserta juga disediakan penginapan di lingkungan sekolah selama mengikuti iven tersebut.

“Yang pasti, kita bertekad tidak akan mengecewakan peserta. Apalagi, ini kejuaran berskala besar. Melibatkan Kota Padang dan Sumbar selaku tuan rumah. Kita tentu ingin memberikan kepuasan kepada tamu-tamu dari luar Kota Padang maupun yang datang dari luar provinsi. Hal ini sekaligus menjadi momen untuk memperkenalkan pariwisata kita kepada mereka. Dengan demikian mereka senang berkunjung ke sini dan menceritakan kepada rekan-rekan mereka sepulangnya ke tempat masing-masing nanti,” papar Afrizal.

Lebih lanjut diterangkannya, kejuaraan itu secara umum menerapkan kategori tanding dan kategori tunggal untuk tingkat SD dan untuk tingkat SMP/SMA hanya menerapkan kategori tanding. Sedangkan kelas yang dipertandingkan, untuk tingkat SMP/sederajat putra yaitu Kelas A (34-37 kg), Kelas B (37-40 kg), kelas C (40-43 kg), kelas D (43-46 kg), dan Kelas F (49-52 kg). Untuk SMP putri, Kelas A (34-37 kg), kelas B (37-40 kg), kelas E (46-49 kg), Kelas G (52-55 kg), dan Kelas J (61-64 kg).

Berikutnya untuk tingkat SMA/sederajat putra, kelas yang dipertandingkan adalah Kelas A (39-43 kg), Kelas B (43-47 kg), Kelas C (47-51 kg), Kelas D (51-55 kg), Kelas E (55-59 kg), Kelas F (59-63 kg), dan Kelas I (71-75 kg). Untuk Sementara, untuk SMA/sederajat putri hanya mempertandingkan dua kelas, yaitu Kelas A (39-43 kg) dan Kelas B (43-47 kg).

Kejuaraan itu memperebutkan 33 set medali dengan 132 keping medali. Ditambah tropi juara umum tingkat SD, SMP dan SMA. Sementara wasit juri sebanyak 21 orang dengan perangkat pertandingan terdiri dari struktur technical delegate, tim ketua pertandingan, dewan wasit juri, wasit juri, dan seksi pertandingan.

Tuan Rumah Turunkan 30 Atlet

Syafrizal Tanjung menambahkan, tuan rumah menurunkan lebih kurang 30 atlet degan mengikuti semua kelas yang dipertandingkan. Selaku tuan rumah, pihaknya menargetkan sukses pelaksanaan dan sukses prestasi dengan meraih juara umum.

“Iven ini bertujuan untuk mempererat silaturahim antar-pelajar dan antar-peguruan silat sekaligus mencari bibit-bibit pesilat handal yang akan membela daerah. Dalam hal ini, kita ingin memberi sumbangsih bagi Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya dalam mencetak ‘pandeka silek’ usia dini yang bisa berbicara banyak ketika membela nama daerah di berbagai iven,” pungkasnya sembari menyebut kejuaraan itu juga digelar dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah yang jatuh pada Kamis (21/9). (ak/nal)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY