Angkot Padang Demo, Hari Ini Kantor Go-jek Ditutup

1
573
Sopir Angkot Di Kota Padang datangi Kantor Gubernur, Rabu (20/9) unjuk rasa tuntut angkutan umum berbasis aplikasi di tutup.

PADANG, KP – Ratusan sopir yang berada di Kota Padang melakukan aksi tolak angkutan berbasis aplikasi daring. Sopir angkot ini menggelar aksi di depan lobby Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (20/9).

Dari pantauan Koran Padang dilapangan aksi yang dimulai sekitar jam 10.00 WIB tersebut. Para sopir angkot ini menuntut untuk ditutupnya aplikasi serta penutupan kantor angkutan berbasis aplikasi daring tersebut di Kota Padang.

“Kami sudah sangat tersiksa dengan adanya angkutan aplikasi berbasis daring ini. Karena, mereka beroperasi tidak mengantongi izin sedangkan kami mengurus izin. Ini tidak adil bagi kami,” ujar para sopir angkot dalam orasinya.

Sementara itu, Koordinator Aksi dari Angkot Siteba, Khairison menyatakan, bahwa sejak adanya angkutan aplikasi berbasis daring ini penghasilan para sopir angkot yang ada di Kota Padang mulai berkurang

Ia mengatakan, kehadiran angkutan berbasis aplikasi daring di Kota Padang yang semakin banyak jumlahnya membuat penghasilannya turun drastis dibandingkan sebelumnya.

“Kami menjadi sopir angkot untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan para pengemudi dan pengendara angkutan daring hanya menjadikan kegiatan sambilan. Mereka rata-rata dengan ekonomi keatas. Gara-gara angkutan berbasis aplikasi daring angkot jadi terlindas,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk kebutuhan minyak, bahkan kadang-kadang tak terpenuhi disebabkan penumpang yang semakin sepi.

“Kami meminta instansi terkait dapat menindaklajuti. Meskipun telah ditutup kantornya, hal itu masih belum membuat angkutan aplikasi daring berhenti beroperasi. Kami mohon bapak-bapak untuk mempedulikan nasib kami para sopir angkot ini,” jelasnya.

Sehubungan dengan adanya angkot yang dikabarkan ugal-ugalan, pihaknya meminta kepada para pengemudi angkot di Kota Padang untuk lebih memerhatikan keselamatan penumpang, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran mengatakan saat ini dinas perhubungan Kota Padang telah melakukan koordinasi untuk penutupan kantor Go-jek di Padang. Sebab hingga saat ini, angkutan daring ini memang belum memiliki izin operasi.

“Jika tuntutannya untuk menutup aplikasi, kewenangannya tidak ada pada pemerintah daerah. Tapi kalau soal izin operasi dan penutupan kantor itu telah dilakukan hari ini. Sebab belum ada izin operasinya hingga saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, persoalan angkutan daring tidak hanya terjadi di Sumbar, tapi juga di daerah lain di Indonesia. Untuk itu penyelesaikan persoalan ini akan dibawa ke forum lalu lintas.

“Kami sedang menunggu keputusan dari Kementerian perhubungan terkait formulasi apa yang digunakan untuk mengatur angkutan online ini. Sebab sampai sekarang masih belum ada aturan tentang izin operasi angkutan daring,” pungkasnya (bob)

1 KOMENTAR

  1. Sopir angkot ingin menang sendiri, kalau harga minyak naik mereka naikkan tarif angkot, dan setelah minyak sudah turun merak tidak mau menurunkan tarif, dengan alasan setoran.
    Kalau saat mengemudi suka ugal-ugalan dan berhenti mendadak tanpa memikirkan pengemudi di belakang, jika terjadi kecelakaan alasam mereka masih “mengejar setoran”.
    Pengguna jasa gojek tidak hanya kalangan bawah tapi semua kalangan, gojek sangat membatu dari segi tarif yang ramah untuk kantong dan efektif untuk antar jemput ke alamat, gojek juga sangat membantu untuk mewujudkan impian pemerintah dalam mengurangi pengangguran.

LEAVE A REPLY