Nobar G30S/PKI di Korem 032/Wirabraja, Masyarakat Larut Dalam Suasana

0
117

Laporan Irwanda Saputra

Lampu mulai redup, ruang Sapta Marga Makorem 032/Wirabraja hening seketika film G30S/PKI mulai diputar, Selasa malam (26/9) sekira pukul 20.00 WIB. Ratusan masyarakat begitu fokus memandang layar selebar 5×3 meter yang dibentangkan dengan mengunakan infokus.

Hanya suara dalam film penumpasan pengkhianatan G30S/PKI tersebut yang terdengar di ruangan. Tak ada di antara penonton yang berbincang satu sama yang lain, masyarakat begitu antusias menonton. Semua mata tertuju ke layar.

Sound musik dalam film pemberontakan itu, menambah suasana di ruang Sapta Marga Makorem 032/Wirabraja menjadi tegang serta mengharukan. Masyarakat, larut dalam suasana di setiap adegan-adegan film yang telah lama tidak diputar lagi di televisi nasional Indonesia tersebut.

Apalagi, di detik-detik ketika para pasukan komunis melakukan penyusupan ke kediaman para Jenderal yang menjadi incarannya. Tak hayal, para penonton termenung dan adapula hanya menundukkan kepala tak sanggup melihat adegan saat ketujuh Jenderal dibunuh dan disiksa.

“Sungguh kejamnya PKI ini,” gerutu yang keluar dari mulut salah satu penonton bernama Dasril (26 tahun).

Nonton bareng (nobar) yang dilaksanakan Korem 032/Wirabraja pada malam itu menayangkan film G30S/PKI dengan berdurasi 4 jam 33 menit. Sekitar pukul 00.33 WIB nobar selesai.

Begitu banyak kesan yang didapat bagi masyarakat khusus generasi muda yang ikut dalam nobar film G30S/PKI yang digelar. Seperti yang diungkapkan salah satu penonton lain bernama Muhammad Aidil (24 tahun) ini misalnya yang mengaku baru perdana menyaksikan film G30S/PKI bahkan hingga habis.

“Baru perdana (nonton), sebelumnya belum pernah sama sekali dan kegiatan nobar ini sangat bermanfaat. Begitu banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat apalagi tentang G30S/PKI ini,” ungkapnya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 032/Wirabraja, Kolonel Inf M. Asep Afandi menjelaskan, pihaknya sengaja mengadakan nobar tersebut guna mengingatkan kepada masyarakat khususnya para generasi muda yang jarang mengetahui sejarah perjuangan dahulu, terutama tentang G30S/PKI.

“Seperti kita ketahui di tahun 1965 lalu ada pemberontakan G30S/PKI dan tentu saat ini informasi bagi masyarakat tentang sejarah ini terputus, apalagi bagi para generasi muda. Kita harapkan, dengan dilaksanakan nobar ini masyarakat mengetahui sejarah sebenarnya,” kata Kasiter.

Kolonel Inf M. Asep Afandi mengungkapkan, nobar tersebut juga dilaksanakan di Kodim hingga Koramil di jajaran Korem 032/Wirabraja. Bahkan, pelaksanaan telah dimulai sejak tanggal 20 September lalu dengan penayangan di siang dan malam hari.

“Jadikan nobar film G30S/PKI ini sebagai tonggak sejarah, dulu pernah terjadi pemberontakan. Jangan hal itu kembali terjadi dan biarkan menjadi pengalaman pahit kita,” pungkasnya. (*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY