PKB/PLKB Ujung Tombak Kesuksesan Program BKKBN

0
117
Penulis Afrinaldi

OLEH: AFRINALDI
Wartawan KORAN PADANG

PENYULUH keluarga berencana (PKB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) merupakan ‘ujung tombak’ pengelola KB di lini lapangan. Bila dilihat dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) jabatannya, para penyuluh KB adalah ‘juru penerang’ pada keluarga dan masyarakat luas menuju perubahan.

Penyuluh KB juga merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus, sebagai indikator kemajuan yang telah dicapai oleh suatu daerah. Terlebih, penyuluh KB bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam memberikan berbagai penyuluhan tentang program KB.

Peran mereka sangat vital bagi kemajuan program KB, khususnya di wilayah pedesaan dan segenap pelosok negeri. Seperti di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat. Para PKB/PLKB berjuang untuk menyukseskan program KB meski tinggal di pelosok negeri jauh dari keluarga, jauh dari canggihnya teknologi, dan jarak yang cukup jauh dari perkotaan.

Nagari Batu Bajanjang terletak di perbukitan. Jarak tempuh dari ibukecamatan saja memakan waktu tiga jam dengan kendaraan. Nagari yang berpenduduk kurang lebih ratusan kepala keluarga (KK) tersebut belum tersentuh dengan sinyal telepon.

Namun, semua keterbatasan itu tidak menjadi penghalang bagi petugas PKB/PLKB untuk memberikan penyuluhan KB demi kesuksesan program kependudukan. Mereka selalu bergerak untuk masyarakat dalam menggencarkan sosialisasi dan pelaksanaan program KB. Mereka menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program KB. Mereka juga mempunyai fungsi merencanakan, mengorganisasikan, mengembangkan, melaporkan dan mengevaluasi program KB nasional dan program pembangunan lainnya di tingkat desa/kelurahan.

Selain cekatan dalam perencanaan, PKB/PLKB juga meliputi penguasaan potensi wilayah kerja sejak pengumpulan data, analisa penentuan masalah prioritas, penyusunan rencana kerja dan memfasilitasi penyusunan jadwal kegiatan tingkat RT, RW dan Desa/Kelurahan.

Pengorganisasian tugas PLKB di bidang pengorganisasian meliputi memperluas pengetahuan dan wawasan program, rekruitmen kader, mengembangkan kemampuan dan memerankan kader/IMP dan mitra kerja lainnya dalam program KB Nasional.

Bila di wilayah kerjanya tidak ada kader, PLKB/PKB diharapkan dapat membentuk kader, memberikan pelatihan/orientasi untuk meningkatkan pengetahuna dan ketrampilan kader, memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kader untuk berperan sampai dengan pengembangan kemitraan dan jaringan kerja dengan berbagai instansi yang ada.

Pelaksana dan Pengelola Program Tugas PLKB/PKB sebagai pelaksana dan pengelola melakukan berbagai kegiatan mulai penyiapan IMP dan mitra kerja lainnya dalam melaksanakan program, memfasilitasi peran IMP dan mitra lainnya penyiapan dukungan untuk terselenggaranya program BKKBN di desa/kelurahan serta Advokasi, KIE/Konseling maupun pemberian pelayanan program KB (KB-KR) dan program KS-PK.

Pengembangan Tugas PLKB/PKB melaksanakan pengembangan kemampuan teknis IMP dan mitra lainnya dalam penyelenggaraan program KB Nasional di desa/kelurahan. Evaluasi dan Pelaporan Tugas PLKB/PKB dalam evaluasi dan pelaporan progam BKKBN sesuai dengan sistem pelaporan yang telah ditentukan secara berkala. *

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY