Tamu Hotel Amaris Ternyata Tenggak Racun Serangga Hingga Tewas

0
636
Racun serangga (Pestisida) merek Nuvet yang digunakan Arman Zakaria untuk mengakhiri nyawanya di Hotel Amaris, kamar 102.

PADANG, KP – Kematian salah seorang tamu Hotel Amaris, Arman Zakaria (53 tahun) yang ditemukan meninggal dunia di kamar 102, Rabu (8/11) sekitar pukul 13.30 WIB, diduga bunuh diri dengan menenggak racun tikus (Pestisida) merek Nuvet.

Pasalnya, saat olah TKP, pihak kepolisian menemukan satu botol cairan racun serangga dan gelas yang masih menyisakan racun serangga dan digunakan oleh korban untuk bunuh diri.

Tak hanya itu saja, sebelum mengakhiri hidupnya, korban juga sempat membuat wasiat yang dituliskan pada secarik kertas ditempelkan dinding kaca kamar hotel yang bertuliskan, “Mohon kepada pihak kepolisian, untuk penanganannya membawa ke rumah saudaranya”, yang juga dituliskan nama saudaranya, alamat dan nomor telponnya termasuk dituliskan nama isteri beserta nomor telponnya.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, ditemukannya korban berawal ketika karyawan hotel mengecek keberadaan korban di dalam kamar, sebab jam menginap korban di hotel tersebut telah habis dan harus check out pada pukul 13.00 WIB. Sementara korban tidak merespon dan menanggapi, sehingga pihak hotel terpaksa masuk ke dalam kamar.

Saat berada di dalam kamar, karyawan hotel kaget melihat korban dalam kondisi telentang di lantai dengan kondisi sudah tak bernyawa. Mengetahui korban meninggal dunia, pihak hotel langsung memberitahukan kepada Polresta Padang. Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Padang langsung mendatangi lokasi melakukan olah TKP di dalam kamar hotel.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan racun serangga yang diduga telah diminum oleh korban dan menemukan secarik kertas yang menjadi surat wasiat korban. Setelah melakukan oleh TKP, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan visum dan setelah itu jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz melalui Kasat Reskrim Kompol Daeng Rahman mengatakan, dari hasil olah TKP, pihaknya menyimpulkan bahwa kematian korban disebabkan murni bunuh diri dengan cara meminum racun serangga. Bahkan, sebelum mengakhiri nyawa  bunuh diri korban juga sempat menulis wasiat.

“Korban menginap di hotel itu, dan melakukan bunuh diri di dalam kamar 102 hotel tersebut. Yang menemukan pertama kali, karyawan hotel tersebut. Di dalam kamar hotel itu kita temukan racun serangga. Untuk penyebabnya, diduga korban memiliki masalah pribadi, sehingga memilih jalan untuk bunuh diri,” kata Kompol Daeng.

Kompol Daeng menambahkan setelah dilakukan olah TKP, jasad korban dilakukan visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun pihak keluarga korban menolak dan memilih membawanya ke Pariaman untuk dikebumikan.

“Pihak keluarga sudah membuat pernyataan menolak otopsi. Pada saat ditemukan memang tidak ada tanda kekerasan, namun pada mulutnya ada busa yang diduga akibat meminum racun serangga itu. Kita juga sudah serahkan jasad korban kepada pihak keluarga,” ungkap Daeng.

Terpisah, saat beberapa wartawan mendatangi Hotel Amaris, tidak satupun karyawan yang mau memberikan informasi.

“Managernya sudah pulang, saya tidak tahu ada kejadian itu karena saya baru masuk kerja jam 4 sore. Besok saja datang lagi karena saya tidak bisa memberikan keterangan,” kata resepsionis yang diketahui bernama Supri. (Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY