Dua Bulan Kedepan Sumbar Waspada Karhutla, Dua Titik Api Terpantau Satelit

0
81
Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Sumbar, Faridil Afrasy

PADANG, KP – Sepanjang dua bulan kedepan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumbar makin tinggi. Menyikapi itu, Sumbar dinyatakan waspada kebakaran.

“Sekarang kita sedang susun surat himbauan gubernur, Sumbar waspada kebakaran,”sebut Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Sumbar, Faridil Afrasy, Kamis (1/2) saat ditemui dikantornya.

Peringatan waspada tersebut seiring dengan tingginya suhu udara di Sumbar belakangan ini. Kondisi itu juga merupakan perulangan kenaikan suhu tahunan, dari Januari-Maret, kemudian puncaknya sepanjang Juni Sampai September.

Hingga kemarin, Dinas Kehutanan mencatat hanya ada dua titik api yang tercatat dua satelit. Pertama titik panas di Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok, Kecamatan Lembah Gumanti.

“Kadang memang tidak semuanya kebakaran hutan dan lahan terdeteksi oleh satelit, sebaliknya semua titik api yang terdeteksi tidak semuanya pula yang merupakan kebakaran hutan dan lahan,”ujarnya.

Selain yang terpantau di satelit, Dinas Kehutanan sudah menerima laporan kejadian kebakaran dari masyarakat. Kasus karhutla yang diterima Dinas Kehutanan, yakni terjadi kebakaran hutan di kawasan Limapuluh Kota, tepatnya daerah Pangkalan. Kini, sudah dapat ditangani petugas. Akibatnya lahan seluas 7 hektar hangus.

“Penyebabnya masyarakat yang membakar lahan untuk ladang,”sebutnya.

Kemudian juga ada kebakaran hutan yang di Tanjung Mutiara, Agam, tepatnya di lahan sawit masyarakat di sekitar Mutiara Agam. Karena yang terbakar adalah lahan, kemudian diserahkan pada masyarakat dalam proses pemadamannya.

Selanjutnya terakhir kebakaran hutan di Bukit Nobita Kota Padang, penyebabnya diduga peladang membakar lahan. Kebakaran itu terjadi sejak Minggu (28/1) dan sudah dapat ditangani petugas.

“Kita sudah turun ke lapangan, hingga tadi sudah padam,”ulasnya.

Masyarakat Peduli Api (MPA)

Diakuinya meski baru dua titik api yang terpantau, Dinas Kehutanan mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai terjadinya kebakaran hutan. Ada lima daerah yang potensi tinggi karhutla di Sumbar. Daerah tersebut, Kabupaten Solok, Pessel, Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman.

Agar pengendalian karhutla dapat diatasi dengan cepat, Dinas Kehutanan bekerjasama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA). Setidaknya adanya 16 nagari di Sumbar sudah membentuk MPA. Tiap tahun kelompok ini mendapatkan pembekalan terkait penanganan karhutla dari Dishut Sumbar.

“Tugas kita sangat terbantu dengan adanya MPA, karena masyarakatlah yang dulu tahu kebakaran, mereka juga yang turun pertama menanganinya. Kalau kita hanya tindaklanjut, makanya MPA ini sangat penting bagi kita,”pungkasnya. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY