TGB Terpukau Dengan Potensi Wisata Sumbar

0
346
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi (tengah) berfoto bersama jajaran PWI Sumbar disela-sela acara puncak HPN 2018, Jumat (9/2) di Pantai Padang. Bobby

PADANG, KP – Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal dengan potensi wisata yang sangat luar biasa. Dibawah kepemipinan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) selama dua priode NTB berubah menjadi sebuah Provinsi yang paling banyak dikunjungi. Bahkan, wisata yang beragam disana menjadi primadona bagi wisatawan yang datang baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya itu, NTB menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sukses dalam pengembangan wisata halal.

Wartawan Koran Padang, Bobby Febrianda berhasil berbincang ringan dengan Gubernur yang juga merupakan cucu pendiri Nahdlatul Wathan (NW) Maulana Syekh Tuan Guru Haji M. Zainuddin Abdul Madjid tersebut disela-sela puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Jumat (9/2) di Pantai Padang.

Dalam perbincangan ringan dengan Gubernur NTB tersebut, dia tidak hanya bicara tentang potensi wisata di daerahnya. Bagaimana mengelola wisata disana sehingga menjadi primadona wisatawan. Namun, ia juga memuji akan keindahan alam dan potensi wisata Sumbar yang begitu banyak. “Pariwisata disini sungguh luar biasa, bahkan banyak potensi yang bisa digarap,” ujarnya.

Dia menuturkan, setiba di Sumbar ia sempatkan untuk berkeliling, salah satunya mengunjungi Kota Bukittinggi yang terkenal dengan Jam gadang itu. Bahkan, sebelum mengunjungi Bukittinggi Gubernur NTB itu dalam perjalanan sangat takjub dengan pemandangan air terjun lembah anai yang dapat dilihat langsung dari jalan.

“Biasanya kita untuk melihat air terjun mesti berjalan agak kedalam karena berada ditengah hutan. Bahkan, agak sulit untuk menjangkaunya. Namun di Sumbar kita dapat lihat dari jalan. Dan, letaknya malah berdekatan dengan jalan utama. Ini betul-betul luar biasa potensi alam yang ada di Sumbar,” kata TGB.

Selain berjalan-jalan ke Bukittinggi, namun TGB juga berada di Kota Padang. Ia menilai, Padang merupakan Kota yang sangat indah. Penataan dari segi sektor juga tengah dilakukan. Apalagi, Pantai Padang yang menjadi lokasi acara puncak HPN ini. “Pantai sangat indah dan kebersihannya juga terjaga,” tuturnya.

Tak hanya itu TGB juga berbicara, untuk wisata yang sesuai dengan karakter masyarakat minang adalah muslim friendly tourism. Apalagi, Sumbar pada tahun 2016 memenangkan kompetisi destinasi wisata halal. “Untuk itu, pengembangan wisata halal di Sumbar mesti terus digenjot. Apalagi, saat ini pasar wisata halal sangat diminati wisatawan. Kita Sumbar dan NTB bisa saling melengkapi. Bahkan, tidak hanya dua daerah ini saja. Karena wisata halal tidak bisa dihendel satu atau dua provinsi saja. Jika dapat semua provinsi di Indonesia,” lanjutnya.

Lanjutnya, Sumbar tidak kekurangan sedikit pun. Apalagi, dalam pengembangan wisata. Karena, disini sudah cukup tersimpan banyak potensi. Diantaranya, keindahan alam, kekuatan adat, bahkan sejarah Sumbar.

Ditambahkan TGB beberapa hari lalu, dirinya juga berkesempatan untuk menjadi narasumber pada seminar nasional HPN 2018 yang mengangkat judul “Menata Potensi Wisata dan Dukungan Infrastruktur, Menuju Industri Pariwisata Yang Modern”. Bahkan, ia secara blak-blakan membuka rahasia bagaimana kiat sukses NTB menjadi salah satu destinasi utama wisata halal dunia saat ini.

“Ada empat strategi Pemprov NTB dalam pengembangan pariwisata,” katanya.

Startegi pertama, katanya Pemda mesti membentuk visi yang kuat dalam pengelolaan pariwisata. Jadi jajaran Pemprov berkeliling ke kabupaten/kota. Adakan dikusi dengan bupati dan walikota serta DPRD untuk menyamakan visi bahwa pariwisata adalah sektor andalan NTB. “Jadi adanya kesamaan visi, maka gerak antara provinsi dan kabupaten/kota dapat bersinergi dalam mengembangkan pariwisata,” ungkapnya.

Kemudian yang kedua, menurutnya membentuk payung hukum atau regulasi yang menjamin pariwisata itu bisa berkelanjutan. “NTB adalah satu dari beberapa provinsi yang regulasinya pariwisata paling lengkap. Jadi tidak hanya pembentukan perda dan pergub sifatnya sektoral tapi juga masuk di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Lima Tahunan Daerah”, jelasnya.

Lalu ketiga, mengintegrasikan pariwisata itu dengan sektor lain. Salah satu di antaranya adalah dengan infrastruktur. Bicara pariwisata, menurut gubernur, tidak bisa sektoral, namun harus integrative. Dan, keempat adalah inovasi dan kreativitas.

Untuk diketahui, jumlah wisatawan muslim dunia yang akan meningkat diangka 170 juta pada 2020, dan membuat Indonesia wajib mengembangkan wisata halal. Hal inilah yang mendorong TGB terus fokus mengembangkannya di NTB, dan Lombok khususnya sebagai proyek percontohan pertama di Indonesia. Berkat kesungguhan kerja keras, pada akhirnya gelar World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination, diraih Lombok di ajang World Halal Travel Summit 2015 di Abu Dhabi Uni Emirat Arab. Mengungguli tuan rumah, Turki, Thailand dan Malaysia yang terlebih dulu mengembangkannya.

“Jadi, berkat visi, strategi dan konsistensi bekerja bersama seluruh jajaran Pemprov, dari 500 ribuan wisatawan yang mengunjungi NTB pada tahun 2008, sudah meningkat hingga 3,5 jutaan wisatawan mancanegara dan domestik pada akhir 2017 lalu”, pungkasnya. (bob)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY