Mimbar Mahasiswa di PadangTV, Seluruh Elemen Deklarasi Anti Hoax

0
134

PADANG, KP – Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Jika tidak berhati-hati, netizen dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut dan bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan merugikan bagi pihak korban fitnah.

Fenomena ini tentu akan berdampak terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai negara yang berbineka tunggal ika kebersamaan dan keutuhan bernegara harga mati di Republik Indonesia.

Sumatra Barat dengan kekentalan budaya dan kehidupan beragama, sangat anti hoax dan perpecahan. Untuk itu seluruh elemen masyatakat sepakat menolak hoax dan menjaga keutuhan NKRI, sebagaimana sesuai falsafah hidup masyarakat Minangkabau ‘adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah’.

Pada Kamis malam (15/3) PadangTV melalui program Mimbar Mahasiswa
mendekralasikan anti hoax tersebut bersama pihak kepolisian dan beberapa tokoh masyatakat. Dalam kesempatan itu, ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau ( MTKAAM) Irfiandi Habidin sangat mendukung kinerja kepolisian dalam hal ini Polda Sumbar untuk memerangi hoax.

“Sebenarnya tugas kepolisian dengan memerangi hoax tersebut sudah sangat pas. Hoax ini harus segera diberantas, apabila memang sumbernya bisa dilacak dari peralatan yang dipunyai alat kepolisian,” katanya.

Menurut Irfiandi Habidin, hoax merupakan sifat fitnah dan adu domba serta sara, di dalam ajaran Islam haram hukumnya. Ditambahkannya, apabila masyarakat mendapat berita dari seseorang seharusnya dikroscek terlebih dahulu.

“Katakan kita mendapat berita dari seseorang, dan itu harus dikroscek dulu sebelum dibagikan ulang di cek dan ricek dulu, kalau tidak haram di Islam. Dengan demikian, sama dengan bohong,” tuturnya.

Irfiandi Habidin menjelaskan, dalam ajaran Islam berbohong hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Misalkan, imbuhnya, saat strategi perang di mana saling informasi kekuatan agar musuh gentar.

Sementara itu Direktur Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumbar, Kombes Pol Nasrun Fahmi mengatakan, dalam sosialisasi anti hoax tersebut pihaknya telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan pemahaman kepada para pelajar dan Mahasiswa.

“Kita memberikan pemahaman kepada pelajaran dan mahasiswa tentang hoax. Kesekuensi apabila nyata-nyata kita melanggar aturan undang-undang 11 tahun 2008 tentang ITE ada ancamannya,” terangnya.

Menurut Nasrun Fahmi, untuk wilayah Sumbar masih terbilang kondusif dan tidak segnifikan terkait pemberitaan hoax. “Masyarakat Sumbar sudah memahami dan mengantisipasi tentang pemberitaan bohong ini,” tandasnya. (iwa)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY