Sampai Jumpa Kembali di Ranah Minang, Komandan…

0
293

Senin esok (2/4), merupakan hari terkahir Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Chairul Aziz berada di Kota Padang. Perwira menengah dengan pangkat tiga melati dipundaknya itu akan melanjutkan karir kepolisian menuju Mabes Polri sebagai Kabag Visilap Rowassidik Bareskrim.

Dua tahun sudah Kombes Pol Chairul Aziz menjabat sebagai Kapolresta Padang. Kepergiannya meninggalkan Mapolresta Padang bakal diiringi dengan upacara pedang pora.

Ini akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan bagi pria kelahiran 1 Januari 1967 itu. Betapa tidak, Sumbar, khususnya Kota Padang, baginya telah menjadi saksi perjalan karirnya di Kepolisian.

Bukan hanya dua tahun, jauh dari itu, di tahun 2000 menjadi titik awal dirinya menginjakan kaki di Ranah Minang. Usai lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK – PTIK, dia lantas mendapat kepercayaan bertugas di Kota berhawa sejuk yang bernama Kota Bukittinggi.

Kala itu suami dari Ny. Devi Chairul Aziz itu, menjabat sebagai Kapuskodal Ops Polres Bukittinggi. Cukup lama, satu tahun. Kemudian di tahun 2001, dia ditarik ke Polresta Padang dengan jabatan yang sama.

Hampir tiga tahun pula, lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1991 itu menjadi orang nomor tiga di wilayah hukum Ibu Kota Provinsi Sumbar tersebut. Hingga akhirnya, di tahun 2003, Kombes Pol Chairul Aziz memantapkan perjalanan karirnya di kepolisian.

Dengan keyakinan, dia melanjutkan sekolah di Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia/KIK UI dan tamat pada tahun 2004. Usai tamat, kemudian Kombes Pol Chairul Aziz sempat pergi meninggalkan Sumbar dan pindah dinas di Polrestabes Palembang dengan jabatan Kasat Reskrim.

Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Kabag Analis Ditkrimum dan Kasat 1 pidana umum Polda Sumsel. Empat tahun berlalu, Kombes Pol Chairul Aziz tambah memantapkan karirnya dengan masuk Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada tahun 2008.

Angin segar kembali berhembus, usai tamat Sespimti Polri, Kombes Pol Chairul Aziz kembali ditugaskan ke wilayah Sumbar. Di tahun 2008 itulah kakinya kembali menginjakan Ranah Minang tercinta dengan menjabat sebagai Kapolres 50 Kota.

Tiga tahun pula Kombes Pol Chairul Aziz menjadi orang nomor satu kepolisian di tanah yang terkenal dengan kerajinan  songketnya tersebut. Kemudian, di tahun 2011 dia kembali menjabat sebagai Kapolres di Kabupaten Dharmasraya.

“Selama dua tahun saya dinas di Kabupaten Dharmasraya dan ini
menjadi salah satu kenangan yang tidak akan terlupakan bagi saya selama bertugas di wilayah Sumbar. Saya sempat disandera selama 5 jam oleh masyarakat penambang liar di Nagari Sitiung 5,” kenangnya kepada KORAN PADANG.

Dua tahun berlalu, Kombes Pol Chairul Aziz kembali mendapat kepercayaan menjadi orang nomor dua atau Wakil Kepala (Waka) di Polresta Padang pada tahun 2013. Tentu dengan kembali ke Polresta Padang itu teringat baginya di masa tahun 2001 yang kala itu dirinya menjadi Kapuskodal Ops.

Tiga tahun pula pria kelahiran Magelang itu menjabat sebagai Wakapolresta  Padang. Hingga akhirnya, perjalanan karirnya sampai di pucuk pimpinan.

Pada tahun 2016 Kombes Pol Chairul Aziz menjadi orang nomor satu di Polresta Padang. Namun hanya selang tiga hari baru bertugas, kasus besar langsung menghampiri.

“Saat itu terjadi perampokan toko emas bersenpi yang mana pelaku mengondol sebanyak 3 kg emas. Tetapi dalam tiga Minggu kasus dapat diungkap. Ini kenangan yang tidak akan terlupakan,” katanya.

Bertahun sudah Kombes Pol Chairul Aziz bertugas di wilayah Sumbar.
Memang begitu banyak kenangan yang tidak akan terlupakan baginya.

“Saya senang dinas di Sumbar dan nyaman, kalau suatu saat nanti ditugaskan kemari saya dengan senang hati untuk melaksanakanya. Sebab, masyarakat Sumbar egaliter, humanis, cerdas dan berbudaya tinggi,” kagumnya.
(Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY