Rang Agam Itu Kini Menjadi Kapolresta Padang, Fokus 3C plus dan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

0
845

Laporan Irwanda Saputra

Saya suka kopi, kenapa? maknanya simple, sekalipun pahit tapi selalu apa adanya.

Begitulah ucap periwara menengah (Pamen) lulusan akademi kepolisian tahun 1995 yang kini berpangkat Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP). Yulmar Try Himawan namanya, yang merupakan anak Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Makna kopi yang melekat di dirinya itulah membawa lelaki kelahiran 18 Juli 1972  itu kini menjadi orang nomor satu di kepolisian Kota Padang. Tongkat komando sebagai Kapolresta Padang telah resmi dipeganya setelah dilantik oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal.

Meski baru sepekan menjabat sebagai Kapolresta Padang, namun tekad Yulmar Try Himawan untuk mencegah gangguan
kamtibmas di wilayah hukum ibu kota provinsi Sumbar ini menjadi yang terdepan. Tak hanya kasus curas, curat dan curanmor (3 C) yang menjadi fokus, namun juga narkoba.

“Bukan 3 C lagi tapi 3 C plus namanya, sebab Kota Padang cukup banyak penyumbang kasus-kasus narkoba. Cara penekanan, kita akan giatkan sosialiasi ke pemerintah daerah, alim ulama, ninik mamak, tokoh adat, karena bagaimana pun persoalan ini (narkoba) persoalan bersama,” tegas mantan Wakil Direktur Reserse narkoba Polda Sumbar itu, kepada KORAN PADANG saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/4).

Menurut Pamen Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK – PTIK) tahun 2004 tersebut, Polresta Padang akan berupaya meningkatkan kegiatan sosialisasi-sosialiasi tentang bahaya narkoba dan melakukan tindakan preemtif. Sebab, bagi Yulmar Try Himawan mencegah lebih baik daripada penindakan.

“Dari mana kita memulainya? dari keluarga, kemudian kita kembangkan di lingkungan sehingga penyalahgunaan narkoba ini dapat diminimalisir. Mencegah itu lebih baik dari pada penindakan,” jelas mantan Kapolres Langkat dan Asahan, provinsi Sumatera Utara tersebut.

Begitupun bagi anggotanya, mantan Kasat Intel Poltabes Pekanbaru itu tidak akan memberi ampun untuk personel Polresta Padang yang kedepatan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Tidak ada nego-nego, tangkap, proses hukum pidana, dan kemudian pecat.

“Waktu apel saya sudah menegaskan kepada anggota apabila ada yang terlibat narkoba akan ditindak tegas yaitu langsung pecat. Selain itu, saya juga arahan anggota untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” cetus Yulmar Try Himawan. (*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY