Sensasi Unik Menikmati Nasi Goreng Pak Goyang

0
251

PADANG, KP – Warung nasi goreng di Jalan M Yunus, Lubuk Lintah, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, ini terbilang unik. Betapa tidak, pasalnya si pemilik warung nasi goreng satu ini menyajikan dagangannya dengan sambil bergoyang.

Warung nasi goreng itu dinamakan “nasi goreng pak goyang” yang terletak tidak jauh dari Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Pemilik warung nasi goreng itu, bernama Syafriel, pria berusia 52 tahun.

Dia biasa disapa oleh pelanggannya dengan panggilan nama pak goyang,  sebab sejak awal penyajian nasi goreng atau minas (mi nasi goreng) yang dibuatnya, bapak satu orang anak ini selalu bergoyang. Sembari memasak, Syafriel, bergoyang mengikuti irama musik.

Bukan sekadar bergoyang, sesekali pak goyang juga memukul cymbal yang diletakan di depan penggorengan. Cymbal berjumlah lima dengan ukuran berbeda itu, dipukulnya dengan stick drum.

Lantas aksi kocak dan uniknya saat memasak menjadi tontonan dan hiburan tersendiri bagi pelanggan setia nasi goreng pak goyang. Beberapa pelanggan begitu menjadi betah berada di warungnya.

Bahkan sesekali pelanggannya juga sempat mengabadikan aksi unik pak goyang dengan merekam di handphone hingga kemudian meng-upload ke media sosial.

“Ide ini (memasak sambil bergoyang) hanya secara spontan. Awalnya hanya cara saya memasak yang super cepat, maka biar semangat diiringi dengan musik,” kata Syafriel saat ditemui KORAN PADANG di warungnya, Sabtu (7/4).

Selain menjadi penyemangat, aksi goyangan yang dilakukan pria pecinta musik ini, tak lain agar usahanya ada variasi dan berbeda dengan penjual nasi goreng lainnya. Selain itu, bagi pelanggannya juga tidak bosan menunggu hingga menjadi betah ngantri.

“Dengan bergoyang ini menjadi ciri khas saya selama berjualan dan telah dilakukan sejak pertama membuka usaha nasi goreng 15 tahun silam. Sedangkan untuk menambah semangat, saya pasang cimbal di dekat penggorengan dan sesekali dipukul mengikuti irama musik,” cetusnya.

Kreativitas pak goyang tidak sampai disitu, cymbal yang menjadi alat pengiring musik saat memasak merupakan hasil rakitan tangannya sendiri. Hanya bermodal cymbal-cymbal bekas yang dibelinya, kemudian dirangkai dengan pipa paralon.

“Awalnya cymbal milik saya cuman satu, kemudian terus bertambah hingga menjadi lima. Agar bunyi dari kelima cymbal berbeda, saya steel dengan paku dan saya pukul sesekali saat sedang memasak dengan diiringi lagu sembari bergoyang,” ulasnya.

Jika ditanya soal rasa, nasi goreng pak goyang tak kalah luar biasa dan membuat lidah pelanggannya ikut bergoyang. Begitupun dengan harga, cukup mengeluarkan uang Rp10 ribu satu porsi nasi goreng pak goyang sudah bisa disantap.

“Warung saya buka pukul 18.30 WIB dan akan tutup pada pukul 01.00 WIB. Jika penghasilan selama ini namanya rezeki selalu bergelombang, namun meski demikian tidak patah semangat, pokoknya alhamdulillah,” pungkasnya. (Irwanda Saputra)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY