Ketiga korban sebelum meninggal sempat berfoto bersama.
Ketiga korban sebelum meninggal sempat berfoto bersama.

SOLOK, KP – Duka kembali menyelimuti Kabupaten Solok. Minggu sore (13/5), tiga warga Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, diseret air bah saat sedang asyik mandi-mandi di Batang Lembang.

Salah seorang korban, Widya Aprinia (23 tahun), yang merupakan ajudan Asisten II Setkab Solok ditemukan tidak bernyawa sekitar satu kilometer dari TKP. Sementara dua korban lagi, Habib (24 tahun) dan Fatih (6 tahun), hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian. Upaya pencarian melibatkan tim gabungan SAR Kabupaten Solok dan Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten Solok dan Kota Solok, masyarakat dan pemuda nagari, PMI, TNI, Polri, Tagana, Polsek Kubung, Polresta, dan Polres Arosuka Solok, pramuka, TRC, dan relawan lainnya.

Menurut salah seorang warga Koto Baru, Apriza (29 tahun), korban saat itu baru saja usai membersihkan makam keluarga dan pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 16.30 WIB. Di perjalanan pulang, korban tertarik mandi-mandi di Batang Lembang yang disebut juga Batang Sawah Kajai karena airnya jernih dan cuaca ketika itu juga tidak hujan. Namun nahas, sedang asyik mandi-mandi air bah datang dari hulu yang justru sedang terjadi hujan lebat. Seketika, ketiga korban terseret air bah.

Habib merupakan kekasih Widya sementara Fatih merupakan adiknya. Jasad Widya ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB Minggu malam (13/5). Jasad Widya kemudian dimakamkan di TPU keluarga di Kajai Koto Baru Solok, Senin siang (14/5). Ratusan orang yang merupakan keluarga dan sahabat korban tampak datang melayat ke rumah duka serta mengantarkan almarhummah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Diantara pelayat tampak Asisten II Setkab Solok, H. Suharmen Thaib, rekan-rekan almarhumah di Pemkab Solok, warga komplek Perumahan Batu Batupang, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, dan handai tolan lainnya. Tangis duka dan kepiluan tampak jelas pada raut wajah kedua orangtua korban yang juga merupakan ASN di Pemkab Solok.

Sementara itu, petugas gabungan, relawan, dan masyarakat dari Kota Solok dan Kabupaten tampak berkumpul di sepanjang aliran Sungai Batang Lembang sejak Senin pagi (14/5) hingga sore. Usaha pencarian yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB masih belum membuahkan hasil.

“Tim sudah menyebar dan menelusuri aliran Batang Lembang mulai dari Koto Baru, Salayo, hingga Kota Solok yakni di belakang Lapangan Merdeka. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Solok, Dasril, kepada KORAN PADANG di Salayo, Salok, Senin petang (14/5).

Dia menyebut pencarian korban rencananya akan diperluas hingga ke Tanjung Bingkung atau ke Danau Singkarak. “Kami minta doa kepada masyarakat agar kedua korban bisa segera diketahui keberadaannya,” kata Dasril.

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Ferry Irawan, menyebut peristiwa hanyutnya ketiga orang warga Koto Baru merupakan murni musibah alam dan berharap ke depannya masyarakat lebih berhati-hati jika ingin mandi di sungai. Sebab, saat ini cuaca suka hujan di daerah hulu dan tidak bisa diketahui kapan air akan meluap hingga ke hilir. (wan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY