Ditekan Oknum Dispar Sumbar, T-IB Padang Batal Mentas di Malam Takbiran Sumarak Syawal

0
255
Kru teater Iman Bonjol Padang saat proses latihan mengisi acara Sumarak Syawal malam takbiran, latihan dua bulan lalu.
Kru teater Iman Bonjol Padang saat proses latihan mengisi acara Sumarak Syawal malam takbiran, latihan dua bulan lalu.

PADANG, KP- Teater Imam Bonjol (T-IB) Padang yang seharusnya tampil mengisi acara dalam pergelaran Sumarak Syawal nanti malam 20.00 WIB memutus batal tampil. Batalnya unit kegiatan mahasiswa (UKM) dari UIN Imam Bonjol Padang tersebut kerana terjadi kesalahpahaman dengan Kabid Ekraf Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar.

Ketua Teater Imam Bonjol Padang Okky syahputra menjelaskan, persoalan dengan Kabid Ekraf Dispar Sumbar memuncak saat gladi resik (GR) di panggung halaman kantor gubernur Sumbar yang menjadi titik acara. Saat itu ada beberapa son dan mic yang tidak hidup sehingga bunyi tidak utuh, kemudian Kabid Ekraf naik panggung dan memarahi kru teater. Padahal sebelumnya dari pihak teater sudah menyampaikan hal itu kepada panitia yang ada di panggung.

“Kami masih punya harga diri, kami dimarahi di depan umum padahal kesalahan bukan dari kami. Ini bukan kali pertama Kabid Ekraf mengintervensi kami, sejak dari awal kegiatan latihan. Puncaknya ya kemarin,” jelasnya, Kamis, (14/6) di Padang.

Kemudian, Pihak Dinas Pariwisata Sumbar seenaknya saja menambah pementasan tanpa ada pembicaraan sebelumnya. Padahal teater sudah lebih dari dua bulan melakukan latihan siang dan malam.

“Ada penambahan seharusnya jauh-jauh hari, Ini ada penambahan kami diminta menyesuaikan. Ketika ada bunyi sumbang ulah son dan mic malah kami yang dimaki-makinya,” ujar Okky.

Dilanjutkannya, Teater Iman Bonjol awalnya akan mengisi dua kegiatan yakni musikalisasi berjudul “Muhammad” dan pementasan Sosial Keagamaan. “Naskah sudah, Latihan sudah, bahkan kami berikan puisi untuk dibacakan oleh Gubernur, Wakil Gubernur dan Pjs Walikota Padang untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Bahkan kami juga bersedia mendampingi kepala daerah menghayati puisi sebelum tampil,” sebutnya.

Pembina Teater Iman Bonjol Padang Firdaus Diezo saat itu juga berada dilokasi mengatakan saat masalah itu terjadi terlontar dari mulut Kabid Ekraf

“Kalau tidak pandai main musik turun”. Kata-kata itu penghinaan bagi kami. Dari awal Kabid sudah tidak bersahabat bahasanya merendahkan dan mencaci maki berseberangan dari bahasa yg seharusnya dituturkan oleh seorang Kabid. Dia menghardik kawan-kawan T-IB setiap kali berkunjung ke T-IB membentak-bentak tidak jelas.

“Perlu kami jelaskan bawah untuk Kualitas T-IB sudah berkali-kali mewakili Sumbar untuk Peksiminas. Kontrak kerja sama tidak jelas, anggaran dia nego karena panitia juga butuh makan sebanyak 20 orang. Dari situ kami mulai curiga ini acara gak beres, dan juga menwarkan sebagian nama masuk ke T-IB untuk dapat jatah. Apa yang terjadi di lokasi GR adalah puncak yang tidak bisa diterima oleh T-IB yang merendahkan T-IB dan Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang di depan publik,” tegasnya.

Kemudian keluarga T-IB mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur menyelesaikan persoalan ini. Dan, oknum kabid meminta maaf secara terbuka dan tertulis ke T-IB dan media massa. Jika tidak mahasiswa UIN IB yang akan mendatangi kantor kabid ekonomi kreatif tersebut dan juga kantor gubernur.

“Dua bulan lebih mereka latihan, karena ulah oknum batal. Kami juga punya rekaman setiap kali pertemuan dengan Kabid yang bisa dipertanggungjawabkan. Tidak sepantasnya Dispar Sumbar punya orang seperti itu,” sebutnya.

Diezo juga mempertanyakan motivasi Kabid mengatakan T-IB tidak siap tampil. Padahal kru T-IB sudah latihan dengan baik. Lagipula panggung begituan bukanlah panggung besar yang pernah T-IB taklukan.

Sementara, Kepala Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan telah menyampaikan insiden tersebut kepada wakil gubernur dan akan mencari pengganti waktu yang semula diberikan kepada T-IB agar tidak kosong.

“Arahan dari Pak Wagub kita cari dulu pengganti agar acara tidak kosong,” ujar Oni. (rel)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY