9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pandemi, Antusiasme Berkurban Meningkat

PADANG, KP – Pandemi covid-19 ternyata tak menyurutkan minat masyarakat Sumbar untuk berkurban. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah total hewan kurban di Sumbar pada Idul Adha tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) H. Hendri dalam sambutannya saat prosesi penyerahan dan penyembelihan sapi kurban Presiden Jokowi di Masjid Raya Sumbar, Sabtu (1/8), mengatakan hewan kurban di Sumbar tahun sebanyak 32.632 ekor dengan rinciansapi 29.184, kerbau 329, dan kambing 3.119. Hal ini juga dipertegas dengan pernyataan Gubernur Irwan Prayitno yang mengatakan transaksi pembelian hewan kurban selama Hari Tasyrik di Sumbar mencapai lebih dari Rp700 miliar.

H. Hendri mengatakan sapi kurban dari Presiden Jokowi seberat 1,2 ton berjenis Limosin. Sapi itu berasal dari Kota Solok yang dijual oleh pemiliknya Hendrikson seharga Rp72 juta.Selain ukuran dan beratnya yang fantastis, sapi itu juga memiliki nama, yakni Si Adang.

Menurutnya, Si Adang tidak diperlakukan khusus dibanding ternaknya yang lain. Semua hewan ternaknya diperlakukan sama, baik dari pakan hingga vitamin. “Pakannya memanfaatkan jerami padi, ampas tahu, dan vitamin,” kata Hendrikson.

Sementara, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakanpemilihan sapi kurban presiden itu telah melalui seleksi ketat. “Survei dilakukan di Kota Solok, Tanahdatar, dan Padang Panjang,”ucapnya.

Ia menjelaskan syarat utama hewan kurban yang diminta presiden adalah sehat, fisiknya bagus, serta beratnya maksimal antara 850 kg sampai 1,2 ton.

Gubernur mengatakan antusiasme masyarakat Sumbar melaksanakan ibadah kurban masih sangat tinggi, meski di tengah pandemi Covid-19. “Motivasi ibadah kurban masyarakat sangat tinggi, dan itu terbukti dari perputaran uang jual beli ternak sebesar Rp700 miliar,” katanya.

Selanjutnya sapi kurban itu diserahkan gubernur kepada Ketua Pengurus Masjid Raya Sumbar H. Sobhan Lubis untuk selanjutnya dipotong dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan di bawah pengawasan Dinas Peternakan . Daging sapi itu kemudian dibagikan panitia kepada masyarakat sekitar, panti asuhan, pondok pesantren, dan warga di Kota Padang yang minim pemotongan kurban. (mas)