24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KLASTER PERKANTORAN MEREBAK Waspadai Potensi Penularan Covid-19 pada Berbagai Acara

PADANG, KP- Sejak beberapa hari terakhir klaster baru covid-19 di perkantoran merebak di Sumbar. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang Feri Mulyani Hamid menduga potensi penularan covid-19 di kantor muncul pada acara atau kegiatan yang digelar, termasuk pada sesi tidak resmi. Sesi tidak resmi yang dimaksud yakni pada waktu jeda sebuah acara. Seperti makan siang bersama pada sebuah kegiatan, rapat, dan sejenisnya.

“Ketika makan, pasti semua membuka masker, physical distancing tidak terjaga, makan sambil ngobrol dengan jarak dekat. Tentu droplet akan berterbangan dan ini menjadi potensi terbesar penyebaran virus,” sebut Feri Mulyani, kemarin.

Ia mengimbau kepada panitia kegiatan atau acara di perkantoran agar memerhatikan waktu pelaksanaan kegiatan. Sebaiknya kegiatan atau acara berakhir sebelum makan siang.

“Jadi acaranya selesai sebelum waktu makan siang. Jangan sampai lewat makan siang. Peserta dibolehkan membawa makan siang dengan kotak ke ruangan masing-masingsehingga tidak terjadi kumpul-kumpul sambil makan siang bersama di suatu tempat acara,” tukasnya.

Ia juga menekankan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menggunakan masker. Memakai masker pun harus dengan benar, tidak sekadar atau asal pakai saja. Selain itu, jangan lepas masker saat berbicaradengan siapapun.

“Jika berbicara di podium tidak apa melepas masker. Tetapi kalau microphone di podium digunakan berganti-ganti dengan orang lain, maka kita tetap harus memakai masker dan tidak melepasnya. Karena droplet akan kena mickemudian dipegang oleh orang lain sehingga terjadi penyebaran virus,” sebutnya.

Diakuinya, kedisiplinan warga Kota Padang untuk menggunakan masker terus menurun akhir-akhir ini. Sejumlah warga ada yang tidak mengenakan masker saat berada di keramaian. Ia berharap kedisiplinan bermasker tertanam dalam diri tiap warga.“Memakai masker dan protokol kesehatan lainnya itu adalah kebiasaan baru yang mesti dilakukaan saat pandemi ini,” ujarnya. (mas)